Abunawas & Raja Aaron
oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Telur-Telur di Dalam Kolam
Suatu hari Raja Aaron memangil semua sepuluh menterinya. Ketika mereka telah berkumpul, dia berkata "Saya mau melihat seberapa pintar Abunawas."
"Apa yang harus kami kerjakan, Yang Mulia?" tanya salah seorang dari mereka.
"Ada sebuah kolam di taman istana. Saya akan meletakkan sepuluh telur dalam kolam itu. Saya akan memerintahkan sepuluh dari kalian dan Abunawas untuk menyelam ke dalam kolam dan mengambil telur-telur itu untukku, satu telur untuk setiap dari kalian. Karena, orang terakhir yang menyelam ke dalam kolam tidak akan menemukan telur. Orang terahir haruslah Abunawas. Saya ingin tahu bagaimana ia akan memecahkan masalahnya," raja menjelaskan.
Lalu raja memanggil Abunawas ke istana. Ketika si pria pintar tiba, Raja Aaron berkata, "Sebelas dari kalian adalah pria yang paling kucintai. Sejauh ini Saya lihat bahwa kalian mencintaiku juga. Hari ini Saya mau kalian menunjukkan seberapa besar kalian mencintaiku. Pergilah ke bawah ke dalam kolam di taman istana. Tiap-tiap dari kalian harus mencari sebutir telur di dalam kolam itu untukku. Telutr-telur it akan menjadi tanda cinta kalian untukku. Jika kalian gagal menemukan sebutir telur untukku, itu berarti kalian tidak mencintaiku."
Abunawas bertanya-tanya dalam hati mengenai maksud raja dibelakang perintahnya. Dia menjaga para menteri seorang demi seorang. Mereka tidak terlihat terkejut juga tidak binggung.
Tak lama kemudian salah seorang menteri menyelam ke dalam kolam. Dalam beberap detik, dia muncul lagi dengan sebutir telur di tangan kanannya. Dia naik dan memberikan telur itu kepada raja dengan penuh hormat. Raja terlihat bahagia. Lalu menteri-menteri lain mengambil giliran melakukan hal yang sama seperti yang pertama. Abunawas mendapat giliran terakhir. Dia pikir bahwa ada banyak telur di dasar kolam. Segera dia melompat ke dalamnya.
Setelah beberapa waktu menyelam dan mencari telur di kolam, Abunawas muncul di atas permukaan kolam. Dia melihat semua menteri telah meletakkan telur-telur mereka di atas meja di depan raja.
Abunawas menyelam ke dalam kolam lagi. Dia masih yakin bahwa ada banyak telur di sebelah dalam kolam. Dia mencari di dasar kolam. Sayangnya, dia tidak mendapat telur itu. AKhirnya dia berpikir bahwa raja sedang bercanda dengannya. Tiba-tiba dia tersenyum dan matanya cemerlang dengan sebuah ide gemilang.
Dia keluar dari kolam. Tiba-tiba dia menepuk-nepuk pahanya sendiri dan membuat suara berkokok, "kukuruyuuuk, kukuruyuuuk!"
Raja dan para menteri tertawa dengan apa yang baru dia lakukan.
Raja bertanya, "Dimana telurnya, Abu? Setiap orang mendapatkan sebutir telur untukku, kecuali kau. Kau tidak mempersembahkan apapun untukku. Kau tidak mencintaiku, bukan?" tanya raja.
"Hadiahku adalah salah satu yang paling penting, Yang Mulia," kata Abunawas.
"Kau tidak memberi saya apapun," Abu.
"Saya beri, Yang Mulia," jawab Abunawas. "Para menteri yang memberi Anda telur-telur adalah ayam-ayam betina. Seekor ayam betina hanya dapat menelurkan telur jika ada ayam jantan. Saya adalah ayam jantan yang membantu sepuluh menteri menghasilkan telur-telur. Tanpa saya, mereka tidak akan dapat mempersembahkan telur apapun, Yang Mulia."
Semua orang tertawa padanya. Mereka setuju dengan ide Abunawas.
Kembali