Inggris : Sugeng Hariyanto
Indonesia : Ferryanto
Pembelaan Pengacara
Dua sahabat sedang mencari pekerjaan di Akshehir. Mereka telah berada di kota selama beberapa hari tapi mereka belum mendapat pekerjaan. Pagi itu mereka sangat lapar tapi mereka tidak mempunyai uang untuk membeli makanan.
Mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah kedai makanan dan mengambil masing-masing dua telur rebus. Ketika penjual sedang berbicara dengan pelanggan lain mereka pergi dengan diam-diam tanpa membayar telur-telur itu.
Beberapa hari kemudian mereka mendapatkan pekerjaan. Dan beberapa bulan kemudian mereka kembali kekedai makanan yang sama. Tiap-tiap dari mereka memberikan pemilik kedai makanan dua koin perak untuk membayar dua telur yang mereka telah makan beberapa bulan sebelumnya.
"Kalian berkata bahwa tiap-tiap dari kalian makan dua telur rebus pada waktu itu?" tanya penjual.
"Ya, benar," seorang dari mereka menjawab.
Penjual berkata lebih lanjut, "Saya tidak dapat menerima pembayaran kalian. Kalian harus membayarku lebih banyak dari jumlah itu."
Dua sahabat terkejut. Seorang dari mereka bertanya, "Tidakkah ini jumlah yang cukup untuk dua telur?"
"Ya, benar. Tapi kalian makan beberapa bulan lalu. Tidakkah kalian pikir bahwa dari telur-telur itu Saya dapat memperoleh dua ayam jika Saya menetaskan mereka? Dan dari dua ayam Saya akan telah punya empat atau bahkan lebih telur-telur yang akan menjadi empat atau lebih ayam-ayam kemudian. Ayam-ayam akan bertelur beberapa telur lagi, begitu dan begitu terus. Oleh karena itu, tiap-tiap kalian berhutang padaku 200 koin perak," penjual menjelaskan.
Dua sahabat tidak membayar jumlah tersebut. Si penjual membawa kasus itu ke pengadilan hukum.
Dua sahabat sangat bingung. Sementara mereka berjalan di jalan, Nasreddin bertemu mereka. Dia bertanya pada mereka, "Kalian terlihat bingung, teman-teman! Ada apa?"
"Kami mendapat masalah yang sangat sulit," kata seorang dari mereka.
Lalu mereka menceritakan Nasreddin mengenai masalah mereka. Nasreddin merasa kasihan pada mereka. Dia tahu bahwa mereka pria-pria baik. Jika mereka bukan pria-pria baik, mereka tidak akan datang kembali ke kedai makanan untuk membayar utang mereka. Di berpikir mengenai kasus tersebut sementara. Lalu dia berkata, "Oke, Saya akan membantu kalian. Saya akan berdiri sebagai pengacara kalian untuk membela kalian melawan tuduhan di pengadilan hukum."
Ketika pengadilan mulai Nasreddin diundang untuk datang sebagai pengacara pembela untuk membela tertuduh. Pengadilan hukum memanggilnya untuk datang ke depan. Tapi Nasreddin tidak terlihat disana. Lalu pengadilan meminta dua petugas untuk menjemputnya.
Ketika petugas datang ke rumahnya, Nasreddin sedang tidak mengerjakan apapun tapi duduk. Dia berkata ke polisi-polisi itu bahwa dia sangat sibuk waktu itu hingga dia tidak dapat menghadiri pengadilan. Dia berkata bahwa dia akan datang jika dia telah menyelesaikan pekerjaannya. Tapi polisi-polisi itu memaksanya untuk datang ke gedung pengadilan.
Nasreddin mengikuti polisi-polisi itu menghadiri pemeriksaan pengadilan. Tapi sebelum dia mulai pembelaannya, dia ditanyai oleh hakim, "Nasreddin, kemana kau pergi hingga kau tidak datang tepat waktu? Itu berarti bahwa kau tidak menghormati pengadilan hukum."
Nasreddin menjawab, "Maafkan saya, Bapa Hakim yang terhormat. Saya begitu sibuk sehingga Saya tidak dapat datang tepat waktu."
"Apa yang kau sibuk kerjakan?" tanya hakim kemudian.
Nasreddin menjawab, "Bapak Hakim yang terhormat, besok saya akan mulai menaburkan benih biji-bijian beras. Tadi Saya merebus banyak biji-bijian untuk menabur benih besok."
"Apa yang kau lakukan? Kau sedang merebus biji-bijian beras untuk menabur benih besok? Jangan konyol. Biji-bijian rebus tidak akan pernah tumbuh!" hakim berteriak dengan keras. Dia pikir bahwa Nasreddin mengejeknya.
"Tentu, mereka akan tumbuh, Pak. Mereka akan tumbuh dengan mudah seperti telur rebus pemilik kedai yang akan ditetaskan dengan mudah beberapa bulan lalu," Nasreddin membela dirinya.
Hadirin tertawa. Dan berdasarkan pembelaan, pengadilan hukum memutuskan bahwa tertuduh memenangkan kasus itu. Iu berarti bahwa masing-masing mereka tidak harus membayar 200 koin emas tapi hanya 2 koin perak.
Kembali
Mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah kedai makanan dan mengambil masing-masing dua telur rebus. Ketika penjual sedang berbicara dengan pelanggan lain mereka pergi dengan diam-diam tanpa membayar telur-telur itu.
Beberapa hari kemudian mereka mendapatkan pekerjaan. Dan beberapa bulan kemudian mereka kembali kekedai makanan yang sama. Tiap-tiap dari mereka memberikan pemilik kedai makanan dua koin perak untuk membayar dua telur yang mereka telah makan beberapa bulan sebelumnya.
"Kalian berkata bahwa tiap-tiap dari kalian makan dua telur rebus pada waktu itu?" tanya penjual.
"Ya, benar," seorang dari mereka menjawab.
Penjual berkata lebih lanjut, "Saya tidak dapat menerima pembayaran kalian. Kalian harus membayarku lebih banyak dari jumlah itu."
Dua sahabat terkejut. Seorang dari mereka bertanya, "Tidakkah ini jumlah yang cukup untuk dua telur?"
"Ya, benar. Tapi kalian makan beberapa bulan lalu. Tidakkah kalian pikir bahwa dari telur-telur itu Saya dapat memperoleh dua ayam jika Saya menetaskan mereka? Dan dari dua ayam Saya akan telah punya empat atau bahkan lebih telur-telur yang akan menjadi empat atau lebih ayam-ayam kemudian. Ayam-ayam akan bertelur beberapa telur lagi, begitu dan begitu terus. Oleh karena itu, tiap-tiap kalian berhutang padaku 200 koin perak," penjual menjelaskan.
Dua sahabat tidak membayar jumlah tersebut. Si penjual membawa kasus itu ke pengadilan hukum.
Dua sahabat sangat bingung. Sementara mereka berjalan di jalan, Nasreddin bertemu mereka. Dia bertanya pada mereka, "Kalian terlihat bingung, teman-teman! Ada apa?"
"Kami mendapat masalah yang sangat sulit," kata seorang dari mereka.
Lalu mereka menceritakan Nasreddin mengenai masalah mereka. Nasreddin merasa kasihan pada mereka. Dia tahu bahwa mereka pria-pria baik. Jika mereka bukan pria-pria baik, mereka tidak akan datang kembali ke kedai makanan untuk membayar utang mereka. Di berpikir mengenai kasus tersebut sementara. Lalu dia berkata, "Oke, Saya akan membantu kalian. Saya akan berdiri sebagai pengacara kalian untuk membela kalian melawan tuduhan di pengadilan hukum."
Ketika pengadilan mulai Nasreddin diundang untuk datang sebagai pengacara pembela untuk membela tertuduh. Pengadilan hukum memanggilnya untuk datang ke depan. Tapi Nasreddin tidak terlihat disana. Lalu pengadilan meminta dua petugas untuk menjemputnya.
Ketika petugas datang ke rumahnya, Nasreddin sedang tidak mengerjakan apapun tapi duduk. Dia berkata ke polisi-polisi itu bahwa dia sangat sibuk waktu itu hingga dia tidak dapat menghadiri pengadilan. Dia berkata bahwa dia akan datang jika dia telah menyelesaikan pekerjaannya. Tapi polisi-polisi itu memaksanya untuk datang ke gedung pengadilan.
Nasreddin mengikuti polisi-polisi itu menghadiri pemeriksaan pengadilan. Tapi sebelum dia mulai pembelaannya, dia ditanyai oleh hakim, "Nasreddin, kemana kau pergi hingga kau tidak datang tepat waktu? Itu berarti bahwa kau tidak menghormati pengadilan hukum."
Nasreddin menjawab, "Maafkan saya, Bapa Hakim yang terhormat. Saya begitu sibuk sehingga Saya tidak dapat datang tepat waktu."
"Apa yang kau sibuk kerjakan?" tanya hakim kemudian.
Nasreddin menjawab, "Bapak Hakim yang terhormat, besok saya akan mulai menaburkan benih biji-bijian beras. Tadi Saya merebus banyak biji-bijian untuk menabur benih besok."
"Apa yang kau lakukan? Kau sedang merebus biji-bijian beras untuk menabur benih besok? Jangan konyol. Biji-bijian rebus tidak akan pernah tumbuh!" hakim berteriak dengan keras. Dia pikir bahwa Nasreddin mengejeknya.
"Tentu, mereka akan tumbuh, Pak. Mereka akan tumbuh dengan mudah seperti telur rebus pemilik kedai yang akan ditetaskan dengan mudah beberapa bulan lalu," Nasreddin membela dirinya.
Hadirin tertawa. Dan berdasarkan pembelaan, pengadilan hukum memutuskan bahwa tertuduh memenangkan kasus itu. Iu berarti bahwa masing-masing mereka tidak harus membayar 200 koin emas tapi hanya 2 koin perak.
Kembali