Sudah Memenggal Kepala

Nasreddin, Pria Dengan Ribuan Ide

oleh: Sugeng Hariyanto

diterjemahkan oleh: Ferryanto

Sudah Memenggal Kepala

Ada beberapa tentara yang baru saja kembali dari pertempuran. Beberapa dari mereka pergi sebuah kedai makanan dan bercerita pada yang lainnya mengenai keberanian dan kejantanannya dalam perang.Nasreddin adalah salah satu dari pendengarnya.
Salah seorang tentara berkata, "Saya mengayunkan pedangku ke kiri dan kanan, banyak musuh roboh dan mati seketika."
Para pendengar menepuk tangan mereka. Tentara itu terlihat sangat bangga.
"Ceritamu mengingatkan saya dengan sesuatu!" Nasreddin berteriak.
"Apa itu?" tanya seorang dari pendengar.
Nasreddin berkata, "Dalam perang yang terakhir Saya bertempur, Saya mengayunkan pedangku ke arah kaki musuhku. Dia juga mati seketika."
Kemudian tepukan tangan datang padanya. Tiba-tiba seorang tentara bertanya, "Mengapa kau tidak memenggal kepalanya? Itu lebih hebat bagi prajurit perang."
"Itu mustahil," Nasreddin menjawab dengan cepat.
"Mengapa?" tanya yang lain.
"Teman seperjuanganku telah melakukan itu sebelum Saya melakukannya," jawab Nasreddin.

Kembali