Saya Memukul Lalat

Abunawas & Raja Aaron

oleh: Sugeng Hariyanto

diterjemahkan oleh: Ferryanto

Saya Memukul Lalat

Abunawas baru saja tiba dari pasar ketika dia melihat beberapa orang menggali pekarangannya. Dia kaget dan binggung. Tanah dan batu-batu dimana-mana. Pekarangan terlihat kotor. Abu mendekati orang-orang itu dan bertanya, "Hei apa yang kalian lakukan disini?"
Mereka tidak menjawab. Salah seorang dari mereka menunjukkan surat ke Abu. Abu membaca surat itu. Surat itu berbunyi raja memerintahkan para pria itu untuk menemukan harta karun yang terkubur di pekarangan Abunawas.
Setelah beberapa waktu mereka berhenti menggali. Mereka tidak menemukan harta karun apapun. Lalu, mereka meninggalkan pekarangan, hanya seperti itu! Pekarangn masih dalam keadaan yang kotor. Abunawas sangat marah tapi tidak dapat melakukan apapun. 'Dia akan membayar untuk ini!' dia menggerutu sendiri.
Pagi berikut Abu pergi ke istana mebawa sebuah piring. Dia menutupi piring dengan serbet. Ketika dia berada di depan raja, dia berkata, "Yang Mulia, makhluk makhluk ini telah mencuri makananku." Setelah mengatakan hal itu Abu melepas serbet dan beberapa lalat terbang menjauh dari piring.
"Jadi, lalat-lalat telah mencuri makananmu?" tanya raja.
"Ya, Yang Mulia. Tolong, berikan saya surat perintah untuk membunuh lalat-lalat."
Permintaan Abu tampaknya menggelikan bagi raja. Bagaimanapun, dia memberikan satu pada Abu. Setelah memperoleh surat Abu mulai memburu lalat-lalat di pasar. Ketika dia melihat beberapa lalat hinggap di beberapa jeruk dia memukul lalat-lalat itu. Lalat-lalat itu terbang menjauh tapi jeruk-jeruk rusak. Si penjual marah dengan Abu tapi Abu tidak peduli.
Beberapa waktu kemudian dia melihat seekor lalat besar hinggap di atas melon besar. Dia memukul tapi dia kehilangan lalat itu. Tongkat Abu memukul melon. Melon itu jatuh menjadi potongan kecil. Tentu saja, si penjual marah dengannya. Abu meninggalkan tempat itu, hanya seperti itu!
Penjual buah pergi ke raja melaporkan hal ini. Raja memerintahkan Abu untuk hadir didepannya.
"Abu, kau melakukan suatu hal yang sangat gila. Kau merusak buah-buah penjual ini."
"TIdak, Saya tidak melakukannya, Yang Mulia." Abu menjawab dengan tenang, "Saya hanya memukul lalat-lalat," Abu melanjutkan. "Bukankah Anda memberi saya surat ini, Yang Mulia?!"
Raja mau mengatakan sesuatu ketika dengan tiba-tiba seekor lalat hinggap di punggungnya. Abu melihat lalat ini, juga. Tanpa peringatan dia memukul lalat di punggung raja. Raja menangis kesakitan dan menjadi sangat marah. Namun, Abu tidak merasa bersalah sama sekali. Dia bahkan tidak berkata maaf pada raja. Dia hanya mengangkat tangannya menunjukkan surat perintah.

Kembali