oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Percaya Keledai
Nasreddin tahu bahwa banyak tetangganya baik hati kecuali satu nyonya. Dia suka meminjam sesuatu dari orang lain tapi selalu lupa mengembalikannya.
Suatu hari wanita itu datang ke rumah Nasreddin. Setelah menyambutnya, wanita itu berkata, "Saya harus membawa sesuatu yang banyak ke kota pagi ini. Saya tidak punya tali untuk mengikatnya ataupun keledai untuk membawa semua barang. Boleh Saya pinjam punyamu? Saya akan mengembalikan padamu sore ini segera setelah Saya selesai menggunakannya."
Nasreddin berpikir bahwa dia juga akan lupa mengembalikan tali dan keledainya. Jadi dia menjawab, "Maafkan saya. Saya menggunakan sendiri tali tersebut."
"Tapi Saya melihatnya di lantai," said the woman.
"Benar. Itulah cara Saya memakainya," jawab Nasreddin.
"Berapa lama kau akan menggunakan tali itu dengan cara demikian?"
"Hingga Saya mau meminjamkannya pada seseorang," kata Nasreddin.
Wanita itu kecewa. Tapi dia kemudian bertanya pada Nasreddin mengenai keledainya.
Dia bertanya, "Boleh Saya meminjam keledaimu?"
Nasreddin menjawab, "Maaf, Saya tidak dapat meminjamkannya padamu juga. Keledaiku dipinjam oleh saudara iparku laki-laki. Jika keledai itu disini, Saya akan sangat senang meminjamkan padamu."
"Sungguh? Tadi malam Saya melihatnya dibelakang rumahmu. Dimana ia sekarang?" tanya wanita itu.
"Pagi-pagi sekali saudara iparku laki-laki membawanya ke kota." jawab Nasreddin. Tapi pada saat yang sama, keledainya meringkik dengan keras dari halaman belakang.
Dengan marah, wanita itu berkata, "Baik, kau berbohong padaku. Saya dapat mendengar bahwa keledai itu ada di halaman belakang. Saya mendengar ia meringkik. Kau harusnya malu pada dirimu, Nasreddin."
Nasreddin marah juga. Dia berteriak, "Memalukan. Kau percaya keledai lebih baik dari saya. Itu menggelikan!"
Suatu hari wanita itu datang ke rumah Nasreddin. Setelah menyambutnya, wanita itu berkata, "Saya harus membawa sesuatu yang banyak ke kota pagi ini. Saya tidak punya tali untuk mengikatnya ataupun keledai untuk membawa semua barang. Boleh Saya pinjam punyamu? Saya akan mengembalikan padamu sore ini segera setelah Saya selesai menggunakannya."
Nasreddin berpikir bahwa dia juga akan lupa mengembalikan tali dan keledainya. Jadi dia menjawab, "Maafkan saya. Saya menggunakan sendiri tali tersebut."
"Tapi Saya melihatnya di lantai," said the woman.
"Benar. Itulah cara Saya memakainya," jawab Nasreddin.
"Berapa lama kau akan menggunakan tali itu dengan cara demikian?"
"Hingga Saya mau meminjamkannya pada seseorang," kata Nasreddin.
Wanita itu kecewa. Tapi dia kemudian bertanya pada Nasreddin mengenai keledainya.
Dia bertanya, "Boleh Saya meminjam keledaimu?"
Nasreddin menjawab, "Maaf, Saya tidak dapat meminjamkannya padamu juga. Keledaiku dipinjam oleh saudara iparku laki-laki. Jika keledai itu disini, Saya akan sangat senang meminjamkan padamu."
"Sungguh? Tadi malam Saya melihatnya dibelakang rumahmu. Dimana ia sekarang?" tanya wanita itu.
"Pagi-pagi sekali saudara iparku laki-laki membawanya ke kota." jawab Nasreddin. Tapi pada saat yang sama, keledainya meringkik dengan keras dari halaman belakang.
Dengan marah, wanita itu berkata, "Baik, kau berbohong padaku. Saya dapat mendengar bahwa keledai itu ada di halaman belakang. Saya mendengar ia meringkik. Kau harusnya malu pada dirimu, Nasreddin."
Nasreddin marah juga. Dia berteriak, "Memalukan. Kau percaya keledai lebih baik dari saya. Itu menggelikan!"
Back