oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Khotbah
Nasreddin mendapat giliran untuk menyampaikan khotbah di mesjid selama tiga jumat berturut-turut. Nasreddin sebenarnya merasa bahwa tugas tersebut terlalu sulit untuknya, tapi dia tidak dapat menghindari dari tugas tersebut.
Pada jumat pertama semua orang telah duduk dengan rapi menunggu khotbahnya. Nasreddin berjalan ke podium.
Dia berkata, "Tuan-tuan, apakah kalian tahu topik khotbah yang akan saya bawakan sekarang?"
Orang-orang kaget karena tak seorangpun bertanya sesuatu sebelum khotbah disampaikan. Mereka menjawab, "Tidak, belum tahu."
Lalu Nasreddin berkata, "Baik, jika kalian tidak tahu apapun mengenai topik penting tersebut, Saya pikir tidak ada gunanya untuk membicarakannya. Itu terlalu terlambat."
Setelah itu Nasreddin turun dari podium tanpa menyampaikan khotbah. Orang-orang pulang dalam kekecewaan.
Jumat berikut, Nasreddin datang ke podium lagi dengan pertanyaan yang sama. Hadirin berpikir sesaat sebelum menjawab pertanyaan tersebut. Mereka takut jika Nasreddin tidak akan menyampaikan khotbah. Jadi, mereka berkata, "Ya, kami tahu."
Nasreddin berkata, "Baik, kalian telah mengetahui segala sesuatu. Tentunya tidak ada gunanya berbicara lagi mengenai sesuatu yang kita telah tahu dengan baik."
Lalu Nasreddin turun dari podium. Jumat itu orang-orang kecewa lagi karena Nasreddin tidak menyampaikan khotbah.
Pada Jumat terakhir, Nasreddin datang ke podium lagi. Dia mengajukan pertanyaan yang sama. Hadirin binggung sehingga beberapa berkata "Tidak", beberapa berkata "Ya", dan sisanya diam.
"Baiklah, tuan-tuan," kata Nasreddin, "Karena beberapa dari kalian telah mengetahui mengenai topik tersebut dan beberapa tidak, Saya pikir akan sangat baik jika yang tidak tahu menanyakan tentang topik tersebut ke yang telah mengetahuinya."
Setelah berkata demikian, Nasreddin turun dari podium. Dan tidak ada khotbah lagi pada jumat itu.
Back
Pada jumat pertama semua orang telah duduk dengan rapi menunggu khotbahnya. Nasreddin berjalan ke podium.
Dia berkata, "Tuan-tuan, apakah kalian tahu topik khotbah yang akan saya bawakan sekarang?"
Orang-orang kaget karena tak seorangpun bertanya sesuatu sebelum khotbah disampaikan. Mereka menjawab, "Tidak, belum tahu."
Lalu Nasreddin berkata, "Baik, jika kalian tidak tahu apapun mengenai topik penting tersebut, Saya pikir tidak ada gunanya untuk membicarakannya. Itu terlalu terlambat."
Setelah itu Nasreddin turun dari podium tanpa menyampaikan khotbah. Orang-orang pulang dalam kekecewaan.
Jumat berikut, Nasreddin datang ke podium lagi dengan pertanyaan yang sama. Hadirin berpikir sesaat sebelum menjawab pertanyaan tersebut. Mereka takut jika Nasreddin tidak akan menyampaikan khotbah. Jadi, mereka berkata, "Ya, kami tahu."
Nasreddin berkata, "Baik, kalian telah mengetahui segala sesuatu. Tentunya tidak ada gunanya berbicara lagi mengenai sesuatu yang kita telah tahu dengan baik."
Lalu Nasreddin turun dari podium. Jumat itu orang-orang kecewa lagi karena Nasreddin tidak menyampaikan khotbah.
Pada Jumat terakhir, Nasreddin datang ke podium lagi. Dia mengajukan pertanyaan yang sama. Hadirin binggung sehingga beberapa berkata "Tidak", beberapa berkata "Ya", dan sisanya diam.
"Baiklah, tuan-tuan," kata Nasreddin, "Karena beberapa dari kalian telah mengetahui mengenai topik tersebut dan beberapa tidak, Saya pikir akan sangat baik jika yang tidak tahu menanyakan tentang topik tersebut ke yang telah mengetahuinya."
Setelah berkata demikian, Nasreddin turun dari podium. Dan tidak ada khotbah lagi pada jumat itu.
Back