oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Besok Adalah Hari Kiamat
Suatu hari beberapa anak datang ke Nasreddin dan berkata, "Tuan, kambing anda sangat gemuk dan sehat. Bagaimana menurut anda jika kita menyembelihnya dan mengadakan pesta besok?"
Nasreddin sangat mencintai kambingnya. Dia tidak mengijinkan anak-anak menyembelih kambing itu. Tapi dia tidak mau mengecewakan mereka juga.
Dia berkata, "Tidak, kambingnya tidak cukup gemuk untuk penyembelihan. Tunggu selama beberapa bulan dan kambingnya akan menjadi sangat gemuk dan lezat."
Anak-anak tidak mau pergi. Salah seorang dari mereka membujuk, "Tuan, tidakkah anda mendengar bahwa lusa adalah hari kiamat. Dan kambing itu tidak akan menjadi lebih gemuk lagi. Tidak ada gunanya menjaga kambing."
Nasreddin sangat jengkel dengan alasan anak-anak itu. Dia berkata, "Baiklah. Besok kita pergi piknik dan mengadakan pesta daging panggang bersama."
Anak-anak berteriak dengan gembira. Pagi berikut Nasreddin dan anak-anak pergi piknik. Setelah berjalan beberapa jauh, mereka datang ke tanah tempat berkemah dekat sungai. Anak-anak mendesak Nasreddin untuk menyembelih kambingnya. Lalu Nasreddin mengerjakan apa yang anak-anak inginkan.
Nasreddin berkata ke anak-anak, "Saya melihat tubuh kalian berkeringat dan kotor. Mengapa kalian tidak mandi di sungai dan membiarkan saya membuat daging panggang?"
Anak-anak setuju. Mereka melepaskan pakaian mereka dan satu demi satu melompat ke dalam sungai. Sementara anak-anak mandi, Nasreddin mengambil pakaian mereka diam-diam. Dia membawa pakaian tersebut ke tempat dimana dia membuat daging panggang. Dia membakar pakaian-pakaian itu membuat api untuk daging panggang. Beberapa menit kemudian anak-anak datang.
"Dimana pakaian kami?" tanya seorang dari mereka. Lalu lainnya juga menanyakan pakaian mereka.
"Lihat disini. Daging panggang akan siap dalam waktu singkat," kata Nasreddin.
Anak-anak terlihat gembira. Mereka datang ke daging panggang lebih dekat. Salah seorang dari mereka berkata, "Itu tampaknya lezat. Tapi dimana pakaian kami?"
"Oh, yah. Saya telah membakar habis pakaian-pakaian itu untuk membuat daging panggang," kata Nasreddin.
"Tidak, ibuku akan memarahiku," kata seorang dari mereka. Anak-anak lain juga berteriak demikian.
"Dengar, anak-anak. Saya pikir kalian tidak akan butuh pakaian-pakaian itu lagi. Tidakkah kalian ingat kalian berkata bahwa besok adalah hari kiamat."
Nasreddin sangat mencintai kambingnya. Dia tidak mengijinkan anak-anak menyembelih kambing itu. Tapi dia tidak mau mengecewakan mereka juga.
Dia berkata, "Tidak, kambingnya tidak cukup gemuk untuk penyembelihan. Tunggu selama beberapa bulan dan kambingnya akan menjadi sangat gemuk dan lezat."
Anak-anak tidak mau pergi. Salah seorang dari mereka membujuk, "Tuan, tidakkah anda mendengar bahwa lusa adalah hari kiamat. Dan kambing itu tidak akan menjadi lebih gemuk lagi. Tidak ada gunanya menjaga kambing."
Nasreddin sangat jengkel dengan alasan anak-anak itu. Dia berkata, "Baiklah. Besok kita pergi piknik dan mengadakan pesta daging panggang bersama."
Anak-anak berteriak dengan gembira. Pagi berikut Nasreddin dan anak-anak pergi piknik. Setelah berjalan beberapa jauh, mereka datang ke tanah tempat berkemah dekat sungai. Anak-anak mendesak Nasreddin untuk menyembelih kambingnya. Lalu Nasreddin mengerjakan apa yang anak-anak inginkan.
Nasreddin berkata ke anak-anak, "Saya melihat tubuh kalian berkeringat dan kotor. Mengapa kalian tidak mandi di sungai dan membiarkan saya membuat daging panggang?"
Anak-anak setuju. Mereka melepaskan pakaian mereka dan satu demi satu melompat ke dalam sungai. Sementara anak-anak mandi, Nasreddin mengambil pakaian mereka diam-diam. Dia membawa pakaian tersebut ke tempat dimana dia membuat daging panggang. Dia membakar pakaian-pakaian itu membuat api untuk daging panggang. Beberapa menit kemudian anak-anak datang.
"Dimana pakaian kami?" tanya seorang dari mereka. Lalu lainnya juga menanyakan pakaian mereka.
"Lihat disini. Daging panggang akan siap dalam waktu singkat," kata Nasreddin.
Anak-anak terlihat gembira. Mereka datang ke daging panggang lebih dekat. Salah seorang dari mereka berkata, "Itu tampaknya lezat. Tapi dimana pakaian kami?"
"Oh, yah. Saya telah membakar habis pakaian-pakaian itu untuk membuat daging panggang," kata Nasreddin.
"Tidak, ibuku akan memarahiku," kata seorang dari mereka. Anak-anak lain juga berteriak demikian.
"Dengar, anak-anak. Saya pikir kalian tidak akan butuh pakaian-pakaian itu lagi. Tidakkah kalian ingat kalian berkata bahwa besok adalah hari kiamat."
Back