oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Nasihat Baik
Nasreddin adalah seorang pria miskin yang tinggal di rumah sederhana. Suatu hari istrinya meminta padanya beberapa uang untuk membeli beras dan sayuran. Tapi dia tidak mempunyai uang sama sekali. Dia mengambil sebuah tali kuat panjang besar dan pergi ke pasar. Dia mau menjadi kuli pemikul barang.
Di pasar dia melihat sekumpulan penjual tembikar. Nasreddin datang ke seorang dari mereka dan bertanya jika dia butuh bantuannya untuk membawa tembikar.
"Saya punya sebuah keranjang besar yang penuh mangkuk dan cangkir. Jika kau membantuku membawanya ke rumahku Saya akan memberi kau tiga nasihat yang paling bijaksana," kata si penjual tembikar.
Pada mulanya Nasreddin menolaknya karena apa yang dia butuh adalah uang, bukan nasihat. Tapi kemudian di setuju. Dia bepikir bahwa dia dapat memperoleh uang beberapa waktu yang lain tapi dia mungkin tidak mendapat tiga nasihat paling bijaksana pada waktu yang lain.
"Oke, Saya setuju. Mari saya bawa keranjang itu dan kau berjalan dibelakangku," kata dia.
Lalu dia mengangkat keranjang berat dan menaruhnya pada kepalanya. Jadi, dia tidak butuh talinya. Setelah berjalan pada jarak yang cukup panjang, Nasreddin merasa lelah dan beristirahat. Penjual tembikar juga beristirahat. Dia duduk disamping Nasreddin.
"Bagaimana menurutmu jika kau memberikanku nasihat sekarang?" Nasreddin bertanya pada pria itu.
"Oke, Saya akan memberimu nasihat pertama. Setelah kita berjalan selama beberapa jarak Saya akan memberitahumu nasihat yang kedua," kata pria itu.
"Baiklah, apa itu?" tanya Nasreddin dengan tidak sabar.
"Pertama, jangan percaya seorangpun yang berkata bahwa lapar adalah lebih baik dari terlalu kenyang," kata si penjual tembikar.
"Itu adalah nasihat yang bijaksana," kata Nasreddin, juga.
Lalu Nasreddin membawa keranjang tersebut lagi. Mereka berdua berjalan hingga mereka merasa lelah. Mereka berhenti dibawah naungan pohon.
Nasreddin bertanya, "Apa nasihat berikutnya?"
Pria itu berkata, "Kedua, jangan percaya siapapun yang mengatakan kau bahwa berjalan selama jarak yang panjang adalah lebih baik dari mengendarai kuda."
"Itu sebuah nasihat yang sangat bijaksana," kata Nasreddin.
Mereka berjalan lagi dan kemudian berhenti lagi untuk beristirahat. Nasreddin bertanya pada pria itu untuk nasihat terakhir.
Si penjual tembikar menjawab, "Jangan percaya siapapun yang berkata bahwa kuli lain adalah lebih bodoh dari kau."
Mendengar jawaban itu, Nasreddin segera menjatuhkan keranjang. Mangkuk-mangkuk dan cangkir-cangkir pecah menjadi berkeping-keping. Lalu dia berkata dengan cepat, "Dan jangan percaya siapapun yang mengatakan bahwa mangkuk-mangkuk dan cangkir-cangkir ini tidak pecah."
Di pasar dia melihat sekumpulan penjual tembikar. Nasreddin datang ke seorang dari mereka dan bertanya jika dia butuh bantuannya untuk membawa tembikar.
"Saya punya sebuah keranjang besar yang penuh mangkuk dan cangkir. Jika kau membantuku membawanya ke rumahku Saya akan memberi kau tiga nasihat yang paling bijaksana," kata si penjual tembikar.
Pada mulanya Nasreddin menolaknya karena apa yang dia butuh adalah uang, bukan nasihat. Tapi kemudian di setuju. Dia bepikir bahwa dia dapat memperoleh uang beberapa waktu yang lain tapi dia mungkin tidak mendapat tiga nasihat paling bijaksana pada waktu yang lain.
"Oke, Saya setuju. Mari saya bawa keranjang itu dan kau berjalan dibelakangku," kata dia.
Lalu dia mengangkat keranjang berat dan menaruhnya pada kepalanya. Jadi, dia tidak butuh talinya. Setelah berjalan pada jarak yang cukup panjang, Nasreddin merasa lelah dan beristirahat. Penjual tembikar juga beristirahat. Dia duduk disamping Nasreddin.
"Bagaimana menurutmu jika kau memberikanku nasihat sekarang?" Nasreddin bertanya pada pria itu.
"Oke, Saya akan memberimu nasihat pertama. Setelah kita berjalan selama beberapa jarak Saya akan memberitahumu nasihat yang kedua," kata pria itu.
"Baiklah, apa itu?" tanya Nasreddin dengan tidak sabar.
"Pertama, jangan percaya seorangpun yang berkata bahwa lapar adalah lebih baik dari terlalu kenyang," kata si penjual tembikar.
"Itu adalah nasihat yang bijaksana," kata Nasreddin, juga.
Lalu Nasreddin membawa keranjang tersebut lagi. Mereka berdua berjalan hingga mereka merasa lelah. Mereka berhenti dibawah naungan pohon.
Nasreddin bertanya, "Apa nasihat berikutnya?"
Pria itu berkata, "Kedua, jangan percaya siapapun yang mengatakan kau bahwa berjalan selama jarak yang panjang adalah lebih baik dari mengendarai kuda."
"Itu sebuah nasihat yang sangat bijaksana," kata Nasreddin.
Mereka berjalan lagi dan kemudian berhenti lagi untuk beristirahat. Nasreddin bertanya pada pria itu untuk nasihat terakhir.
Si penjual tembikar menjawab, "Jangan percaya siapapun yang berkata bahwa kuli lain adalah lebih bodoh dari kau."
Mendengar jawaban itu, Nasreddin segera menjatuhkan keranjang. Mangkuk-mangkuk dan cangkir-cangkir pecah menjadi berkeping-keping. Lalu dia berkata dengan cepat, "Dan jangan percaya siapapun yang mengatakan bahwa mangkuk-mangkuk dan cangkir-cangkir ini tidak pecah."
Back