oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Mengumpulkan Uang
Nasreddin sedang mengumpulkan beberapa uang dari tetangganya. Kapanpun dia datang ke tetangganya dia selalu berkata, "Saudara, Saya sedang mengumpulkan uang untuk membayar utang seorang pria miskin. Saya harus melakukan itu karena dia tidak dapat membayar kembali uang itu."
Salah seorang tetangganya berkata, "Itu suatu tindakan yang sangat baik!" Lalu, dia memberi Nasreddin beberapa koin. Dia kemudian berkata, "Kau benar, Nasreddin. Kita harus merasa kasihan pada orang-orang miskin. Tapi, siapa pria miskin yang kau bantu sekarang?"
"Itu saya," kata Nasreddin, menjauh dengan cepat.
Beberapa bulan kemudian, Nasreddin datang ke tetangga yang sama lagi. Tetangga itu terlihat sinis.
Dia berkata, "Nasreddin, Saya tahu kau datang lagi untuk berbicara mengenai seorang pria miskin yang tidak dapat membayar utangnya. Dan kau mau mengumpulkan uang untuk membantunya."
"Ya, kau benar."
"Dan orang miskin yang mempunyai utang adalah kau sendiri," kata tetangganya.
"Tidak, tidak kali ini. Orang miskin itu adalah Ali," dia menjawab.
Tetangga tersebut tersenyum. Dia berkata, "Saya senang mendengar itu. Kau sungguh melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain. Ini sedekahku."
Pria itu menyerahkan beberapa koin. Nasreddin menerima koin-koin itu dengan senang. Lalu dia pergi.
"Tunggu, Nasreddin. Jika Saya boleh tahu, apa yang membuat kau begitu mengkhawatirkan mengenai masalah-masalah orang lain?" tanya si tetangga.
"Kau tahu, itu saya yang meminjamkannya uang," Nasreddin menjawab dan pergi.
Salah seorang tetangganya berkata, "Itu suatu tindakan yang sangat baik!" Lalu, dia memberi Nasreddin beberapa koin. Dia kemudian berkata, "Kau benar, Nasreddin. Kita harus merasa kasihan pada orang-orang miskin. Tapi, siapa pria miskin yang kau bantu sekarang?"
"Itu saya," kata Nasreddin, menjauh dengan cepat.
Beberapa bulan kemudian, Nasreddin datang ke tetangga yang sama lagi. Tetangga itu terlihat sinis.
Dia berkata, "Nasreddin, Saya tahu kau datang lagi untuk berbicara mengenai seorang pria miskin yang tidak dapat membayar utangnya. Dan kau mau mengumpulkan uang untuk membantunya."
"Ya, kau benar."
"Dan orang miskin yang mempunyai utang adalah kau sendiri," kata tetangganya.
"Tidak, tidak kali ini. Orang miskin itu adalah Ali," dia menjawab.
Tetangga tersebut tersenyum. Dia berkata, "Saya senang mendengar itu. Kau sungguh melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain. Ini sedekahku."
Pria itu menyerahkan beberapa koin. Nasreddin menerima koin-koin itu dengan senang. Lalu dia pergi.
"Tunggu, Nasreddin. Jika Saya boleh tahu, apa yang membuat kau begitu mengkhawatirkan mengenai masalah-masalah orang lain?" tanya si tetangga.
"Kau tahu, itu saya yang meminjamkannya uang," Nasreddin menjawab dan pergi.
Back