oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Menyiapkan dengan Tergesa-gesa
Salah seorang tetangga Nasreddin sedang mengadakan sebuah pesta. Dia mengundang semua orang di lingkungan tempat tinggal. Nasreddin belum menerima undangan. Dia menunggu dan menunggu undangan, tapi undangan tidak datang padanya. Dia sangat kecewa.
Pesta akan mulai dalam waktu dekat. Banyak tamu-tamu telah datang. Nasreddin hanya melihat mereka dari kejauhan. Dia berpikir mengenai itu untuk waktu yang cukup lama. Akhirnya dia tersenyum ketika dia mendapat sebuah ide cemerlang.
Dia pergi menuju rumahnya, mengambil selembar kertas kosong, melipatnya, dan menaruhnya di dalam amplop. Lalu dia pergi ke pesta.
Disana dia mencoba untuk bertemu tuan rumah. Dia mendatangi pelayan dan berkata, "Saya membawa surat penting untuk tuanmu. Dapatkah Saya melihatnya?"
Pelayan membawanya ke ruang besar indah dimana semua tamu menikmati makanan lezat. Dia mengatakan Nasreddin untuk menunggu tuan rumah sementara dia mengatakan pada tuannya mengenai surat itu. Lalu Nasreddin makan makanan lezat dan minum bersama dengan pengunjung-pengunjung lain. Dia bercakap-cakap juga dengan mereka. Tuan rumah, lalu, memanggil Nasreddin. Nasreddin menyerahkan amplop padanya.
Tuan rumah membuka amplop dan dia binggung karena amplop itu hanya berisi selembar kertas kosong.
Dia berkata ke Nasreddin, "Kau yakin bahwa suratnya untukku?"
"Ya, Tuan," jawab Nasreddin.
"Suratnya tidak mempunyai alamat. Saya juga tidak menemukan alamat pengirim. Bagaimanapun juga, ini kertas kosong," kata tuan rumah padanya. Dia menunjukkan kertas kosong pada Nasreddin.
"Itu benar, Tuan. Disana tidak ada tulisan karena surat itu disiapkan dengan tergesa-gesa," Nasreddin menjawab.
Pesta akan mulai dalam waktu dekat. Banyak tamu-tamu telah datang. Nasreddin hanya melihat mereka dari kejauhan. Dia berpikir mengenai itu untuk waktu yang cukup lama. Akhirnya dia tersenyum ketika dia mendapat sebuah ide cemerlang.
Dia pergi menuju rumahnya, mengambil selembar kertas kosong, melipatnya, dan menaruhnya di dalam amplop. Lalu dia pergi ke pesta.
Disana dia mencoba untuk bertemu tuan rumah. Dia mendatangi pelayan dan berkata, "Saya membawa surat penting untuk tuanmu. Dapatkah Saya melihatnya?"
Pelayan membawanya ke ruang besar indah dimana semua tamu menikmati makanan lezat. Dia mengatakan Nasreddin untuk menunggu tuan rumah sementara dia mengatakan pada tuannya mengenai surat itu. Lalu Nasreddin makan makanan lezat dan minum bersama dengan pengunjung-pengunjung lain. Dia bercakap-cakap juga dengan mereka. Tuan rumah, lalu, memanggil Nasreddin. Nasreddin menyerahkan amplop padanya.
Tuan rumah membuka amplop dan dia binggung karena amplop itu hanya berisi selembar kertas kosong.
Dia berkata ke Nasreddin, "Kau yakin bahwa suratnya untukku?"
"Ya, Tuan," jawab Nasreddin.
"Suratnya tidak mempunyai alamat. Saya juga tidak menemukan alamat pengirim. Bagaimanapun juga, ini kertas kosong," kata tuan rumah padanya. Dia menunjukkan kertas kosong pada Nasreddin.
"Itu benar, Tuan. Disana tidak ada tulisan karena surat itu disiapkan dengan tergesa-gesa," Nasreddin menjawab.
Back