Dimana Kucingku?

Nasreddin, Si Pria Pintar

oleh: Sugeng Hariyanto

diterjemahkan oleh: Ferryanto

Dimana Kucingku?

Meskipun Nasreddin adalah seorang pria miskin, tapi dia sangat suka pada ikan yang harganya cukup mahal pada waktu itu. Bagaimanapun, dia telah menyimpan sejumlah uang yang cukup selama tiga bulan untuk membeli ikan. Lalu, dia pergi ke pasar untuk membeli dua kilogram ikan.
Dia membawa ikan-ikan itu pulang. Ketika dia tiba di rumah, dia berkata kepada istrinya, "Sayangku, Saya baru membeli dua kilogram ikan. Saya akan mengundang teman-teman kita untuk makan malam disini. Mereka juga sangat suka ikan. Apalagi, mereka sering mengundang kita makan dan kita juga belum melakukannya. Jadi, masak ikan itu dan Saya yang mengundang mereka."
Kira-kira jam 7 malam Nasreddin pulang ke rumah dengan teman-temannya. Mereka segera pergi ke meja makan. Tapi Nasreddin sangat terkejut melihat tidak ada ikan disana.
"Siapa yang telah menghabiskan ikannya?" Nasreddin bertanya pada istrinya.
"Siapa lagi? Itu kucing rakus milikmu," jawab istrinya.
Nasreddin sangat malu dengan teman-temannya. Tidak ada ikan seperti yang telah dia janjikan pada teman-temannya sebelumnya. Akhirnya, mereka makan malam dengan hanya sup seadanya.
Setelah teman-temannya pulang, Nasreddin menangkap kucingnya. Lalu dia pergi ke toko kecil terdekat. Disana dia menimbang kucingnya dengan hati-hati. Kucing itu berbobot hanya dua kilogram. Dia tampak sangat bingung. Setelah dia berterimakasih pada pemilik toko, dia pulang ke rumah.
Dia berkata kepada istrinya, "Ikannya dua kilogram. Kau bilang bahwa ikan-ikan itu dihabiskan oleh kucing."
"Itu benar," jawab istrinya dengan cepat.
"Saya baru menimbang kucing itu. Beratnya hanya dua kilogram. Kau bilang bahwa dua kilogram ikan ada di dalam perutnya. Jadi, dimana kucingku?" Nasreddin menanyakan istrinya dengan marah.

Back