Inggris : Sugeng Hariyato
Indonesia : Ferryanto
Pencuri Keledai
Nasreddin pergi ke pasar. Dia mau membeli keledai disana. Di pasar dia memilih keledai terbaik dan membelinya. Dia begitu sangat mencintai keledai itu hingga dia tidak mengendarainya ketika dia pulang ke rumah. Dia berjalan dan menarik keledainya dibelakangnya. Dia tidak pernah tahu bahwa dua pencuri sedang mengikutinya.
Di jalan pulang, satu dari pencuri melepaskan ikatan keledai dengan begitu hati-hati sehingga Nasreddin tidak mengetahui hal itu. Sebagai ganti, pencuri meletakkan tali sekitar leher temannya. Dan dia melarikan diri dengan keledai itu.
Ketika Nasreddin tiba di rumah, dia terkejut melihat bahwa keledainya berubah diri menjadi seorang laki-laki.
"Siapa kau? Dimana keledaiku?" tanya Nasreddin kepada laki-laki itu dengan marah.
"Maafkan saya, Tuan," kata pencuri itu, "Saya keledai itu."
"Saya tidak percaya kau. Bagaimana seekor keledai mengubah dirinya menjadi seorang laki-laki?" kata Nasreddin.
"Suatu kali Saya menyakiti ibu saya. Dan kemudian ia mengutuk saya menjadi seekor keledai. Dan Saya dijual ke pasar oleh paman saya. Sekarang Saya menjadi seorang laki-laki lagi karena orang yang membeli saya adalah seorang bijaksana dan laki-laki yang baik seperti anda," kata pencuri itu.
Nasreddin berkata kepada pencuri itu, "Sekarang, pulanglah. Jangan menyakiti ibumu lagi."
Pencuri itu berterima kasih pada Nasreddin. Dia pergi menjauh dengan cepat.
Beberapa hari kemudian, Nasreddin pergi ke pasar lagi untuk membeli sebuah keledai. Dan Nasreddin melihat keledainya yang hilang sedang dijual di pasar diantara keledai lain dengan harga tinggi. Ya, pencuri lain menjual keledai itu lagi. Nasreddin datang ke pencuri yang menjual keledai itu. Dia tidak berbicara padanya, tapi bicara pada keledai itu.
Ia berkata, "Hei, lelaki muda, kau tidak pernah mendengar nasihat yang baik dan tidak pernah belajar dari pengalaman. Sekarang, kau menjadi seekor keledai lagi. Tapi Saya tidak mau membeli kau."
Di jalan pulang, satu dari pencuri melepaskan ikatan keledai dengan begitu hati-hati sehingga Nasreddin tidak mengetahui hal itu. Sebagai ganti, pencuri meletakkan tali sekitar leher temannya. Dan dia melarikan diri dengan keledai itu.
Ketika Nasreddin tiba di rumah, dia terkejut melihat bahwa keledainya berubah diri menjadi seorang laki-laki.
"Siapa kau? Dimana keledaiku?" tanya Nasreddin kepada laki-laki itu dengan marah.
"Maafkan saya, Tuan," kata pencuri itu, "Saya keledai itu."
"Saya tidak percaya kau. Bagaimana seekor keledai mengubah dirinya menjadi seorang laki-laki?" kata Nasreddin.
"Suatu kali Saya menyakiti ibu saya. Dan kemudian ia mengutuk saya menjadi seekor keledai. Dan Saya dijual ke pasar oleh paman saya. Sekarang Saya menjadi seorang laki-laki lagi karena orang yang membeli saya adalah seorang bijaksana dan laki-laki yang baik seperti anda," kata pencuri itu.
Nasreddin berkata kepada pencuri itu, "Sekarang, pulanglah. Jangan menyakiti ibumu lagi."
Pencuri itu berterima kasih pada Nasreddin. Dia pergi menjauh dengan cepat.
Beberapa hari kemudian, Nasreddin pergi ke pasar lagi untuk membeli sebuah keledai. Dan Nasreddin melihat keledainya yang hilang sedang dijual di pasar diantara keledai lain dengan harga tinggi. Ya, pencuri lain menjual keledai itu lagi. Nasreddin datang ke pencuri yang menjual keledai itu. Dia tidak berbicara padanya, tapi bicara pada keledai itu.
Ia berkata, "Hei, lelaki muda, kau tidak pernah mendengar nasihat yang baik dan tidak pernah belajar dari pengalaman. Sekarang, kau menjadi seekor keledai lagi. Tapi Saya tidak mau membeli kau."
Kembali