Jengkel

Nasreddin, Pria Bodoh
Inggris : Sugeng Hariyato
Indonesia : Ferryanto

Jengkel

Nasreddin sedang mencari kayu bakar untuk istrinya.Ia memanjat sebuah pohon dan duduk pada sebuah batang sementara ia sedang menggergajinya. Seorang laki-laki sedang lewat jalan di bawah pohon itu. Dia melihat Nasreddin sedang menggergaji batang pohon. Dia berkata, "Awas, Nasreddin. Kau akan jatuh. Kau tidak seharusnya duduk pada batang pohon yang sedang kau potong!"
Nasreddin berpikir bahwa laki-laki itu hanya sedang menggoda dia. Dia menjawab, "Apakah saya begitu bodoh sehingga Saya percaya padamu? Kau bukan seorang peramal, bagaimana kau tahu masa depanku?"
Laki-laki itu berkata, "Setiap orang mengetahui bahwa kau akan jatuh jika kau duduk pada batang yang sedang kau potong."
Tapi Nasreddin tidak percaya padanya. Dan laki-laki itu berjalan pergi. Sesaat kemudian, Nasreddin dan batang pohon itu jatuh bersama. Dia segera bangun dan mengejar orang yang mengatakan padanya bahwa ia akan jatuh.
Ketika ia berada dibelakang laki-laki itu, Nasreddin berkata, "Bagus! ramalanmu sungguh tepat. Saya jatuh bersama dengan batang pohon itu."
Laki-laki itu berhenti dan berputar untuk melihat Nasreddin. Ketika mereka sedang berjalan bersebelahan, Nasreddin berkata, "Sekarang, katakan pada saya kapan Saya akan mati?"
Laki-laki itu, tentu saja, tidak dapat mengatakan padanya segala sesuatu mengenai itu. Dia bukan seorang peramal. Tapi Nasreddin mendesak laki-laki itu untuk menceritakan padanya mengenai kematiannya. Akhirnya, laki-laki itu meninggalkan dengan jengkel dan berkata, "Kau akan mati sekarang."
Ketika laki-laki itu berkata bahwa dia akan mati segera, Nasreddin jatuh di jalan dan tidak bergerak. Laki-laki itu menggoyang-goyangkan tubuhnya tapi dia tidak berkata sesuatupun atau bergerak seincipun. Kemudian laki-laki itu meninggalkan dia di jalan. Dia menceritakan teman-temannya mengenai itu.
Sesaat kemudian tetangga lain datang dan membangunkannya. Karena dia berkelakuan seperti laki-laki mati, kemudian mereka membawanya ke istrinya. Istrinya mengetahui bahwa suaminya tidak mati. Tapi, Nasreddin berkelakuan seperti laki-laki mati. Istrinya meminta tetangganya untuk menaruhnya ke pemakaman.
Pada persimpangan jalan, mereka bertengkar mengenai jalan mana yang mereka harus ambil. Salah seorang dari mereka berkata bahwa mereka harus berjalan lurus kedepan sejauh 10 meter sebelum membelok ke kanan dan lainnya berkata bahwa mereka harus membelok ke kiri.
Pertengkaran itu bertambah buruk. Nasreddin yang berada di peti mati merasa sangat jengkel mendengar pertengkaran yang bodoh itu. Dia melihat keluar peti mati dan berkata, "Kamu semua orang bodoh. Ketika saya hidup, jalan terpendek ke pemakaman adalah satu yang membelok kanan."

Kembali