Menjual Sapi

Nasreddin, Pria Bodoh
Inggris : Sugeng Hariyato
Indonesia : Ferryanto

Menjual Sapi

Istri Nasreddin menyarankan agar suaminya menjual sapi mereka karena sapi itu tidak memberikan banyak susu lagi. Nasreddin menerima saran itu dan merencanakan untuk membawa sapi itu ke pasar hari berikutnya.
Pagi-pagi sekali pada hari berikutnya dia telah tiba di pasar. Dia memilih tempat terbaik untuk menjual sapinya. Tempat itu dekat jalan masuk utama jadi banyak orang akan melihat dia disana dengan sapinya.
Banyak orang datang dan menanyakan informasi tentang sapi itu. Nasreddin selalu berkata, "Kami memutuskan untuk menjual sapi ini karena sapi ini tidak memberikan kami banyak susu lagi. Jadi, jika kau membeli sapi itu kau tidak akan mendapat banyak susu juga. Tapi, sapi itu pasti akan mendorong kau dengan tanduk-tanduknya ketika ia menjadi lapar dan tidak ada rumput sebelumnya."
Tentu saja, tak seorangpun tertarik membeli sapi itu. Oleh karena itu, hingga tengah hari sapi itu belum terjual. Nasreddin sangat lelah. Banyak kali ia menyapu keringat dari wajahnya dengan sapu tangan putih miliknya.
Salah seorang temannya, yang adalah seorang pedagang, datang ke pasar. Ia melihat Nasreddin mencoba menjual sapinya. Dia juga memperhatikan cara Nasreddin menawarkan sapinya. Kemudian pedagang itu datang padanya.
"Nasreddin, Saya pikir kau tidak akan menjual sapimu jika kau menawarkannya dengan cara itu. Mari saya bantu kau," kata pedagang itu.
Nasreddin memberikan sapi itu ke pedagang. Dan pedagang itu mulai memulai berjalan dan menarik sapi itu dibelakannya. Nasreddin duduk dan melihat temannya.
Setiap kali dia bertemu seorang laki-laki, pedagang itu selalu berkata, "Lihat sapi ini. Dia sangat sehat. Jangan membandingkan sapi lain dengannya. Jika kau membelinya, kau tidak akan dikecewakan. Ia akan memberi kau banyak mangkuk susu tiap hari. Jangan terlambat. Beli dia sekarang juga."
Seorang laki-laki tampak sangat tertarik dengan sapi itu. Dia datang ke pedagang dan mulai menawarnya.Nasreddin melihat cara temannya mencoba untuk menjual sapinya. Dia juga melihat laki-laki itu menawar sapinya. Kemudian dia maju cepat-cepat ke arah mereka. Dengan cepat dia merampas tali dari tangan temannya dan berkata, "Orang bodoh, jika sapi ini dapat memberi kami banyak mangkuk susu tiap hari, kami tidak akan menjualnya."

Kembali