Obat Spesial bagi Raja

Abunawas & Raja Aaron

oleh: Sugeng Hariyanto

diterjemahkan oleh: Ferryanto

Obat Spesial bagi Raja

Suatu hari Abu mendengar dari tetangganya bahwa raja sakit. Semua dokter baik di negara itu telah mencoba menyembuhkannya tapi mereka semua gagal. Tetangganya menyarankannya untuk pergi ke istana dan menyembuhkan raja. Setelah menggenakan jubah terbaiknya, dia kemudian pergi ke istana untuk melihat raja tercintanya.
Ketika dia tiba di istana, istana sangat tenang. Dia pergi langsung ke ruangan raja. Dia melihat raja berbaring diam di atas tempat tidur. Disamping tempat tidur ada menteri-menterinya. Mereka semua terlihat sangat sedih. Salah seorang menteri mendekati Abunawas dan berbicara dengan lembut. Dia berkata bahwa raja tidak mau makan dan minum. Dia bahkan tidak mau minum obat. Abu melihat lebih dekat pada rajanya selama beberapa waktu. Lalu tiba-tiba dia tersenyum dengan tajam seolah-olah dia menemukan sesuatu yang berharga pada wajah raja. Dia mohon diri untuk pulang untuk sementara dan berjanji untuk segera kembali.
Ketika dia kembali ke rumahnya dia mengubah jubah terbaiknya dengan jubah tua yang telah sobek sebagian. Dia menggunakan sebuah peniti besar untuk menutup sobekan. Segera dia kembali ke istana. Dia mendekati salah seorang menteri dan berkata bahwa dia dapat menyembuhkan raja dengan satu syarat; dia harus ditinggal sendirian di rungan.
Setelah setiap orang keluar, Abu menutup pintu dan menuju ke raja. Dia melihat dengan hati-hati pada wajah raja. Dia lalu mencopot penitinya.
"Yang Mulia, Saya punya sebuah peniti besar dan tajam di tanganku. Saya akan menghitung sampai tiga. Jika Anda tidak bangun Saya akan menusuk peniti ini kedalam dua tumitmu. Saya tahu Anda tidak sakit. Anda hanya sedang berpura-pura. Sekarang, Saya akan mulai menghitung ... satu ... dua ... "
"Tidak jangan lakukan itu Abu!" kata raja dengan tiba-tiba. Dia bangun dan duduk di tempat tidur. "Katakan padaku. Bagaimana kau tahu bahwa Saya tidak sakit?"
"Itu sederhana. Wajah Anda kelihatan kemerah-merahan."
Raja tersenyum. "Kau benar, Abu. Saya hanya berpura-pura. Saya hanya mau mengetahui seberapa besar rakyatku mencintaiku."
"Mereka sangat mencintaimu. Mereka sedih ketika mereka mendengar bahwa Anda sakit, dan mereka memberikan doa mereka ke Tuhan untuk kesehatan anda."
"Saya bahagia mendengar itu. Tapi, tolong Abu, kau harus tetap menjaga rahasia ini. Ini hanya antara kau dan saya."
"Tidak masalah, Yang Mulia," Abu berkata sementara mengedipkan satu mata ke raja. Abu keluar ruangan dengan senyum pada wajahnya.
"Raja tercinta kita sudah membaik sekarang," kata Abu. "Dia makan makanan lalu minum obat," dia melanjutkan.
Setiap orang kelihatan bingung. Mereka telah mencoba segala sesuatu untuk membuat raja mereka makan makanannya dan minum obat, tapi gagal. Namun, ketika Abu datang beberapa menit, dia dapat dengan mudah membuatnya. Mereka tidak percaya hal itu. Mereka akan menanyakan Abu pertanyaan ketika mereka mendengar sebuah suara keras dari dalam ruangan, "Hai, setiap orang! Datanglah kemari! Saya perlu berbicara pada kalian."
"Lihat? Saya sudah katakan pada kalian! Raja kita sudah baikan," Kata Abu dengan tenang sementara meninggalkan mereka.

Kembali