Benang Batu

Abunawas & Raja Aaron

oleh: Sugeng Hariyanto

diterjemahkan oleh: Ferryanto

Benang Batu

Suatu hari sebuah gempa bumi menggoyang negara Abu. Gempa bumi merusak sebagian kecil istana Raja Aaron, termasuk pot batu paling berharga miliknya. Pot batu itu dipecahkan menjadi beberapa bagian. Raja memanggil Abunawas untuk menjahit pot batu itu.
"Menjahit pot batu, Yang Mulia?"
"Ya!"
"Tapi, Yang Mulia, itu mustahil."
"Saya tahu. Tapi kau adalah pria terpintar di negeriku. Kau harus dapat melakukan itu!"
Abu meninggalkan istana. Dia sangat bingung. Di jalan pulang dia beristirahat dibawah pohon rimbun, dekat sebuah sungai kecil. Sungai itu mempunyai air yang bersih dan jernih. Abu dapat melihat batu di dasar sungai. Tiba-tiba dia melompat dan wajahnya cerah. "Saya telah mendapat ide bagus!" dia berteriak sendiri.
Dia berjalan kembali ke istana membawa sebuah keranjang dengan pot batu pecah di tangan kanan dan setas penuh batu-batu kecil di tangan kirinya.
"Kau bekerja sangat cepat, Abu," kata raja. " Sudahkah kau menjahit pot batuku?"
"Belum, Yang Mulia. Sebelum Saya melakukan itu Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan ke salah satu menteri Anda."
"Tuan," Abu mulai, "Tolong katakan pada saya hal apa yang Anda butuhkan untuk menjahit pakaian Anda yang robek."
"Benang, tentunya," menteri menjawab.
"Dan benang dibuat dari apa?" Abu bertanya lagi.
"Kapas, tentu."
"Baik, kemudian, karena Yang Mulia memerintahkan saya untuk menjahit pot batu yang pecah, Saya butuh beberapa benang yang dibuat dari batu." Setelah mengatakan ini, Abu membuka tasnya dan mengeluarkan batu-batu kecil.
"Hei, untuk apa batu-batu kecil ini?" tanya menteri.
"Saya tidak dapat menjahit pot batu pecah Yang Mulia, jika saya tidak diberi beberapa benang yang dibuat dari batu-batu ini ," kata Abu yang berjalan menjauh dengan tenang, dan meninggalkan setiap orang dalam kebingungan.

Kembali