oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Negara Aneh
Salah satu tetangga Nasreddin adalah seorang pedagang. Dia berdagang ke banyak negara asing. Dia dianggap sebagai pria paling cerdas di lingkungan karena pengalamannya. Ketika dia pulang dari perjalanannya dia selalu punya beberapa cerita baru yang para tetangganya tidak pernah dengar sebelumnya.
Suatu hari dia bercerita pada para tetangganya sebuah cerita baru. "Kau tahu, Saya baru saja mengunjungi sebuah negara baru yang tidak pernah Saya bayangkan sebelumnya. Itu sungguh sebuah negara yang aneh."
"Apanya sungguh aneh?" tanya salah seorang dari mereka. Nasreddin sedang duduk disamping pria yang baru menanyakan pertanyaan itu.
"Negara itu sangat kaya. Orang-orangnya berkulit putih dan cukup pintar," pedagang itu menjelaskan.
"Baiklah. Dan apanya yang sungguh aneh?" tanya orang lain dengan tak sabar.
"Disana cuaca sangat panas sehingga tak seorangpun memakai pakaian."
Dengan cepat Nasreddin bertanya, "Jadi, jika mereka tidak memakai pakaian, bagaimana kau membedakan antara pria dan wanita?"
Kembali
Suatu hari dia bercerita pada para tetangganya sebuah cerita baru. "Kau tahu, Saya baru saja mengunjungi sebuah negara baru yang tidak pernah Saya bayangkan sebelumnya. Itu sungguh sebuah negara yang aneh."
"Apanya sungguh aneh?" tanya salah seorang dari mereka. Nasreddin sedang duduk disamping pria yang baru menanyakan pertanyaan itu.
"Negara itu sangat kaya. Orang-orangnya berkulit putih dan cukup pintar," pedagang itu menjelaskan.
"Baiklah. Dan apanya yang sungguh aneh?" tanya orang lain dengan tak sabar.
"Disana cuaca sangat panas sehingga tak seorangpun memakai pakaian."
Dengan cepat Nasreddin bertanya, "Jadi, jika mereka tidak memakai pakaian, bagaimana kau membedakan antara pria dan wanita?"
Kembali