oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Berapa Usiamu ?
Suatu hari negara Nasreddin mengadakan sebuah sensus. Dua orang yang bertanggungjawab datang ke rumah Nasreddin.
"Berapa usiamu, Nasreddin?" katanya.
"Empat puluh," jawab Nasreddin.
"Jangan tidak masuk akal, Nasreddin. Beberapa tahun lalu kau berkata bahwa kau berumur empat puluh. Dan sekarang kau berkata bahwa kau masih empat puluh," kata temannya.
"Kau benar. Saya selalu mencoba untuk konsisten (tetap) dengan apa yang telah saya katakan," jawabnya.
Orang itu sedikit jengkel. Dia berkata dengan nada yang lebih serius, "Coba ingat. Berapa usiamu?"
"Ya, Saya ingat sekarang. Saya tiga tahun lebih tua dari saudara laki-laki saya." Jawab Nasreddin.
Laki-laki itu bertanya, "Bagaimana kau tahu?"
Jawab Nasreddin , "Setahun yang lalu, adikku berkata pada temanku bahwa ia dua tahun lebih muda dari saya. Itu tahun lalu. Itu berarti Saya sekarang satu tahun lebih tua dari dia. Jadi, Saya tiga tahun lebih tua dari dia sekarang. Tuhanku, Saya takut Saya akan segera menjadi kakeknya."
Kembali
"Berapa usiamu, Nasreddin?" katanya.
"Empat puluh," jawab Nasreddin.
"Jangan tidak masuk akal, Nasreddin. Beberapa tahun lalu kau berkata bahwa kau berumur empat puluh. Dan sekarang kau berkata bahwa kau masih empat puluh," kata temannya.
"Kau benar. Saya selalu mencoba untuk konsisten (tetap) dengan apa yang telah saya katakan," jawabnya.
Orang itu sedikit jengkel. Dia berkata dengan nada yang lebih serius, "Coba ingat. Berapa usiamu?"
"Ya, Saya ingat sekarang. Saya tiga tahun lebih tua dari saudara laki-laki saya." Jawab Nasreddin.
Laki-laki itu bertanya, "Bagaimana kau tahu?"
Jawab Nasreddin , "Setahun yang lalu, adikku berkata pada temanku bahwa ia dua tahun lebih muda dari saya. Itu tahun lalu. Itu berarti Saya sekarang satu tahun lebih tua dari dia. Jadi, Saya tiga tahun lebih tua dari dia sekarang. Tuhanku, Saya takut Saya akan segera menjadi kakeknya."
Kembali