oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Menjelajahi Laut
Suatu pagi Raja Aaron memanggil si pria pintar ke istana lagi. Dia berkata, "Hari ini Saya punya misi lain untukmu, Abunawas." kata raja.
"Apa yang harus Saya kerjakan, Yang Mulia?" tanya Abunawas dengan tidak sabar.
"Kau tahu bahwa kita mempunyai teluk luas di dekat sini?," tanya Raja Aaron.
"Ya, Yang Mulia." Abunawas menjawab.
"Bagus! Terlalu buruk bahwa tak seorangpun pernah berenang ke seberang teluk. Saya kagum, apakah mungkin untuk seorang manusia (pria) berenang ke seberang teluk? Berapa banyak hari yang akan dia perlukan untuk sampai ke sisi lain dari teluk? Abu, Saya butuh kau untuk menjawab keingintahuanku. Saya mau kau untuk mengambil misi ini sebagai sebuah tugas terhormat".
Abunawas sangat terkejut. "Yang Mulia, Saya bukan seorang perenang yang baik," katanya.
"Saya tahu kau bukan seorang perenang yang baik, tapi setiap orang mengetahui kau adalah pria terpintar di negeri ini. Kau harus dapat mengerjakan demikian," jawab raja.
"Ya, Saya akan mengerjakannya, Yang Mulia," Abunawas menggerutu ketika dia berjalan keluar.
Lalu dia berjalan-jalan ke pantai. Dia memandang ke teluk yang luas. Lalu dia duduk dibawah sebuah pohon palem. Dia mencoba mencari ide untuk memecahkan misi mustahilnya. Pada waktu itu dia melihat pakaian anak-anak. Pakaian-pakaian itu tergeletak di atas sebuah batu karang besar disampingnya. "Dimana anak-anak itu? Mereka pasti berenang di pantai," dia berbicara sendiri. Lalu tiba-tiba di berseru, "Saya mendapat sebuah ide!"
Dia berdiri dan berjalan pulang. Dia bangun pagi-pagi sekali pada hari berikutnya. Dia segera pergi ke pantai. Dia tersenyum dan melepaskan pakaian dan cincinnya. Dia meletakkan pakaiannya di pasir. Dia, melepaskan sepatunya, lalu meletakkan sepatu disamping pakaian. Dia kembali ke rumah.
Kira-kira satu jam kemudian raja dan para menterinya tiba di pantai. Mereka tersenyum karena mereka yakin bahwa Abunawas akan gagal mengerjakan kewajiban raja.
"Dimana dia?" tanya raja. "Dia berkata bahwa dia akan berada disini sekarang juga."
"Mungkin dia melarikan diri ke luar negeri. Bagaimana seorang manusia dapat menyeberang teluk luas ini?" kata salah seorang menteri.
Mereka berjalan sepanjang pantai. Ketika mereka dekat pohon palem, Raja Aaron melihat sesuatu di pasir. "Apa itu?" dia berkata.
Mereka berjalan dengan cepat ke tumpukan barang yang raja lihat. "Pakaian siapa ini?" kata raja dengan heran.
Raja dan para menteri mengamati pakaian itu. Ketika raja mengangkat kemeja sesuatu jatuh. Dia mengambilnya dan kaget ketika dia tahu bahwa itu cincin Abunawas. Dia ingat bahwa dia memberi cincin ke Abunawas beberapa minggu lalu.
"Ini cincin Abunawas," dia menjawab. "Dimana dia?"
Abeydron, salah seorang menterinya, berteriak memanggil Abunawas banyak kali. Tak seorangpun muncul. Raja dan para menteri tidak mengatakan sesuatu selama sesaat.
"Mungkinkah Abunawas sedang berenang menyeberang teluk sekarang?" tanya Raja Aaron dengan lembut seolah-olah menanyakan dirinya.
Abeydron tertawa dengan keras. "Abu berani berenang menyeberangi teluk luas seperti itu?" dia berkata dengan sinis. "Ini mungkin kepunyaan orang lain."
"Oke, mari kita pergi ke rumah Abunawas dan membuktikannya," kata raja.
Raja dan para menteri berjalan ke rumah Abunawas. Istri Abunawas berkata bahwa suaminya meninggalkan rumah pagi hari sebelumnya.
"Kemarin dia mengatakan padaku bahwa dia akan berenang menyeberangi teluk. Dia berkata bahwa Yang Mulia memerintahkannya melakukan demikian. Sebenarnya Saya tidak membiarkannya pergi. Setiap orang tahu bahwa ia bukan perenang yang baik," kata wanita itu dengan sedih.
Pada waktu itu seorang pengawal istana datang melapor, "Yang Mulia, Abunawas ditemukan!"
Raja sangat gembira mendengar berita itu. Dia menanyakan pengawal bagaimana dia ditemukan. Pengawal mengatakan padanya ceritanya.
Pada larut sore, tiga nelayan di pantai, pada sisi lain teluk melihat seorang pria berenang. Ketika mereka mendekati pria itu, mereka mengenali bahwa itu Abunawas. Karena Abunawas terlihat sangat lelah, mereka membantu Abunawas mencapai pantai. Tidak lama setelah itu, dia pingsan. Berita itu menyebar dengan sangat cepat dan sampai ke pengawal.
Tidak lama setelah itu, raja dan beberapa penjaga pergi ke pantai. Raja duduk disamping Abunawas. "Abu, Abu!" kata raja sementara mengoyang-goyang tubuh Abunawas.
Abunawas membuka matanya dengan pelan. Raja Aaron sangat senang. Dia memegang tubuh si pria pintar dengan erat. Dia terlihat sangat menyesal karena menyebabkan warga tercintanya menderita.
Abunawas tersenyum dengan tipis ketika raja memeluknya. "Kau hebat Abu."
Kembali
"Apa yang harus Saya kerjakan, Yang Mulia?" tanya Abunawas dengan tidak sabar.
"Kau tahu bahwa kita mempunyai teluk luas di dekat sini?," tanya Raja Aaron.
"Ya, Yang Mulia." Abunawas menjawab.
"Bagus! Terlalu buruk bahwa tak seorangpun pernah berenang ke seberang teluk. Saya kagum, apakah mungkin untuk seorang manusia (pria) berenang ke seberang teluk? Berapa banyak hari yang akan dia perlukan untuk sampai ke sisi lain dari teluk? Abu, Saya butuh kau untuk menjawab keingintahuanku. Saya mau kau untuk mengambil misi ini sebagai sebuah tugas terhormat".
Abunawas sangat terkejut. "Yang Mulia, Saya bukan seorang perenang yang baik," katanya.
"Saya tahu kau bukan seorang perenang yang baik, tapi setiap orang mengetahui kau adalah pria terpintar di negeri ini. Kau harus dapat mengerjakan demikian," jawab raja.
"Ya, Saya akan mengerjakannya, Yang Mulia," Abunawas menggerutu ketika dia berjalan keluar.
Lalu dia berjalan-jalan ke pantai. Dia memandang ke teluk yang luas. Lalu dia duduk dibawah sebuah pohon palem. Dia mencoba mencari ide untuk memecahkan misi mustahilnya. Pada waktu itu dia melihat pakaian anak-anak. Pakaian-pakaian itu tergeletak di atas sebuah batu karang besar disampingnya. "Dimana anak-anak itu? Mereka pasti berenang di pantai," dia berbicara sendiri. Lalu tiba-tiba di berseru, "Saya mendapat sebuah ide!"
Dia berdiri dan berjalan pulang. Dia bangun pagi-pagi sekali pada hari berikutnya. Dia segera pergi ke pantai. Dia tersenyum dan melepaskan pakaian dan cincinnya. Dia meletakkan pakaiannya di pasir. Dia, melepaskan sepatunya, lalu meletakkan sepatu disamping pakaian. Dia kembali ke rumah.
Kira-kira satu jam kemudian raja dan para menterinya tiba di pantai. Mereka tersenyum karena mereka yakin bahwa Abunawas akan gagal mengerjakan kewajiban raja.
"Dimana dia?" tanya raja. "Dia berkata bahwa dia akan berada disini sekarang juga."
"Mungkin dia melarikan diri ke luar negeri. Bagaimana seorang manusia dapat menyeberang teluk luas ini?" kata salah seorang menteri.
Mereka berjalan sepanjang pantai. Ketika mereka dekat pohon palem, Raja Aaron melihat sesuatu di pasir. "Apa itu?" dia berkata.
Mereka berjalan dengan cepat ke tumpukan barang yang raja lihat. "Pakaian siapa ini?" kata raja dengan heran.
Raja dan para menteri mengamati pakaian itu. Ketika raja mengangkat kemeja sesuatu jatuh. Dia mengambilnya dan kaget ketika dia tahu bahwa itu cincin Abunawas. Dia ingat bahwa dia memberi cincin ke Abunawas beberapa minggu lalu.
"Ini cincin Abunawas," dia menjawab. "Dimana dia?"
Abeydron, salah seorang menterinya, berteriak memanggil Abunawas banyak kali. Tak seorangpun muncul. Raja dan para menteri tidak mengatakan sesuatu selama sesaat.
"Mungkinkah Abunawas sedang berenang menyeberang teluk sekarang?" tanya Raja Aaron dengan lembut seolah-olah menanyakan dirinya.
Abeydron tertawa dengan keras. "Abu berani berenang menyeberangi teluk luas seperti itu?" dia berkata dengan sinis. "Ini mungkin kepunyaan orang lain."
"Oke, mari kita pergi ke rumah Abunawas dan membuktikannya," kata raja.
Raja dan para menteri berjalan ke rumah Abunawas. Istri Abunawas berkata bahwa suaminya meninggalkan rumah pagi hari sebelumnya.
"Kemarin dia mengatakan padaku bahwa dia akan berenang menyeberangi teluk. Dia berkata bahwa Yang Mulia memerintahkannya melakukan demikian. Sebenarnya Saya tidak membiarkannya pergi. Setiap orang tahu bahwa ia bukan perenang yang baik," kata wanita itu dengan sedih.
Pada waktu itu seorang pengawal istana datang melapor, "Yang Mulia, Abunawas ditemukan!"
Raja sangat gembira mendengar berita itu. Dia menanyakan pengawal bagaimana dia ditemukan. Pengawal mengatakan padanya ceritanya.
Pada larut sore, tiga nelayan di pantai, pada sisi lain teluk melihat seorang pria berenang. Ketika mereka mendekati pria itu, mereka mengenali bahwa itu Abunawas. Karena Abunawas terlihat sangat lelah, mereka membantu Abunawas mencapai pantai. Tidak lama setelah itu, dia pingsan. Berita itu menyebar dengan sangat cepat dan sampai ke pengawal.
Tidak lama setelah itu, raja dan beberapa penjaga pergi ke pantai. Raja duduk disamping Abunawas. "Abu, Abu!" kata raja sementara mengoyang-goyang tubuh Abunawas.
Abunawas membuka matanya dengan pelan. Raja Aaron sangat senang. Dia memegang tubuh si pria pintar dengan erat. Dia terlihat sangat menyesal karena menyebabkan warga tercintanya menderita.
Abunawas tersenyum dengan tipis ketika raja memeluknya. "Kau hebat Abu."
Kembali