Inggris : Sugeng Hariyato
Indonesia : Ferryanto
Dimana Keledai Keenamku?
Suatu pagi yang cerah, Nasreddin pergi ke market dan membawa enam keledai bersamanya. Ia bermaksud menjual mereka. Nasreddin merasa lelah dan kemudian mengendarai salah satu keledai.
Sesaat kemudian ia mau meyakinkan bahwa ia tidak kehilangan keledai-keledainya. Duduk dibelakang keledainya, Nasreddin menghitung keledainya tapi melewati seekor yang ia kendarai. Jadi, ia bingung karena disana hanya ada lima keledai tertinggal, sementara ia membawa enam keledai dari rumahnya.
Ia turun dari keledainya dan mulai menghitung lagi. Ia sangat senang waktu itu karena keledai-keledainya ada enam. Ia mengendarai salah satu dari mereka lagi. Lima menit kemudian ia mulai menghitung keledai-keledai itu lagi. Dan dia bingung lagi karena ia hanya mendapatkan lima keledai.
Secara kebetulan salah seorang temannya datang dan bertanya padanya, "Mengapa kau tampak begitu bingung, Nasreddin?"
Nasreddin menjawab, "Ya, Saya sangat bingung. Pagi ini Saya meninggalkan rumah saya dan membawa enam keledai dengan saya. Karena Saya lelah Saya mengendarai salah satu dari mereka. Saya menghitung keledai-keledai saya. Disana hanya ada lima keledai. Kemudian Saya turun dari keledai saya. Saya menghitung lagi dan disana ada enam keledai. Saya merasa heran dan juga senang karena keledai saya yang hilang kembali. Kemudian saya mengendarai salah satu dari mereka lagi. Sekarang, Saya menghitung mereka lagi dan disana hanya ada lima keledai tertinggal."
Temannya berkata, "Ada enam keledai disini."
"Tidak, hanya ada lima. Biar saya hitung lagi, satu, dua, tiga, empat, lima. Hanya ada lima!" Nasreddin menjawab.
"Ya, kau hanya menghitung lima keledai, dan kau menendarai yang satunya dan kau tidak menghitungnya. Jadi, ada enam keledai," temannya menjelaskan.
Sesaat kemudian ia mau meyakinkan bahwa ia tidak kehilangan keledai-keledainya. Duduk dibelakang keledainya, Nasreddin menghitung keledainya tapi melewati seekor yang ia kendarai. Jadi, ia bingung karena disana hanya ada lima keledai tertinggal, sementara ia membawa enam keledai dari rumahnya.
Ia turun dari keledainya dan mulai menghitung lagi. Ia sangat senang waktu itu karena keledai-keledainya ada enam. Ia mengendarai salah satu dari mereka lagi. Lima menit kemudian ia mulai menghitung keledai-keledai itu lagi. Dan dia bingung lagi karena ia hanya mendapatkan lima keledai.
Secara kebetulan salah seorang temannya datang dan bertanya padanya, "Mengapa kau tampak begitu bingung, Nasreddin?"
Nasreddin menjawab, "Ya, Saya sangat bingung. Pagi ini Saya meninggalkan rumah saya dan membawa enam keledai dengan saya. Karena Saya lelah Saya mengendarai salah satu dari mereka. Saya menghitung keledai-keledai saya. Disana hanya ada lima keledai. Kemudian Saya turun dari keledai saya. Saya menghitung lagi dan disana ada enam keledai. Saya merasa heran dan juga senang karena keledai saya yang hilang kembali. Kemudian saya mengendarai salah satu dari mereka lagi. Sekarang, Saya menghitung mereka lagi dan disana hanya ada lima keledai tertinggal."
Temannya berkata, "Ada enam keledai disini."
"Tidak, hanya ada lima. Biar saya hitung lagi, satu, dua, tiga, empat, lima. Hanya ada lima!" Nasreddin menjawab.
"Ya, kau hanya menghitung lima keledai, dan kau menendarai yang satunya dan kau tidak menghitungnya. Jadi, ada enam keledai," temannya menjelaskan.