Berjalan-Jalan

Nasreddin, Pria Bodoh
Inggris : Sugeng Hariyato
Indonesia : Ferryanto

Berjalan-Jalan

Nasreddin kelihatan muram dan lemah. Istrinya berkata, "Mengapa kau tidak berjalan-jalan untuk mendapatkan udara segar? Itu akan membuatmu lebih baik."
Nasreddin mengerjakan apa yang disarankan istrinya. Dia berjalan-jalan. Tapi dia masih tetap berjalan bahkan meskipun dia telah berjalan selama lebih dari dua hari. Salah seorang tetangganya bertemu dia dan bertanya kepadanya, "Mengapa kau tidak pulang ke rumah? Saya pikir kau telah berjalan selama dua hari, Nasreddin ."
"Maukah kau membantu saya?" kata Nasreddin .
"Tentu," jawab tetangga itu.
"Tanya istriku berapa jauh Saya harus berjalan-jalan agar lebih baik," kata Nasreddin , "Saya telah sangat lelah."
Sementara itu Nasreddin tetap berjalan-jalan. Matahari mulai bersinar dengan cerah. Di jalan ia melihat sesuatu menyilaukan di tengah jalan. Dia mendekati benda itu dan mengambilnya. Itu sebuah kaca. Ia memeriksa dengan teliti. Ia ingin tahu mengapa pemiliknya membuang cermin itu. Kenyataannya, cermin itu masih bagus.
Kemudian ia melihat kedalam cermin. Ia melihat sebuah wajah pada cermin. Tentu saja, itu adalah wajahnya tapi ia tidak berpikir begitu. Tiba-tiba ia kelihatan sedih dan kecewa.
Ia berkata, "Ini kaca yang jelek. Itu kenapa pemiliknya membuangnya disini."
Kemudian ia melempar kaca itu kembali ke jalan, dan ia berjalan kembali.
Hampir tengah hari. Ia sangat haus. Sesaat kemudian ia kelihatan senang ketika ia melihat sebuah pipa air di seberang jalan. Ia berjalan ke sana. Ia menemukan bahwa ujung pipa tertutup dengan sepotong kayu. Karena ia tidak dapat menahan rasa haus, ia menempatkan mulutnya terbuka di depan ujung pipa dan menarik kayu itu. Arus air di dalam sangat kuat. Ketika Nasreddin membukanya, air menyemprot ke arah wajahnya begitu kuat sehingga ia jatuh ke belakang. Kemudian ia meletakkan kayu itu kembali ke ujung pipa dengan cepat.
"Oh, sekarang Saya tahu kenapa mereka menutup kau dengan kayu. Karena kau selalu memukul setiap orang dengan sangat kuat sehingga mereka harus menutup kau dengan kayu. Yah, kau tidak pernah belajar dari pengalaman," Nasreddin berkata dan berjalan kembali.

Kembali