Inggris : Sugeng Hariyato
Indonesia : Ferryanto
Tidak Dikenal
Nasreddin mengunjungi sebuah kota yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Ia merasa bahwa tak seorangpun mengenalnya. Kemudian ia berjalan sepanjang jalan dengan harapan ia mungkin bertemu beberapa dari kenalannya. Tapi tak seorangpun menyapanya. Ia sangat sedih.
Akhirnya ia datang ke pasar. Keadaan sama saja, tak seorangpun mengetahui dia. Ia berjalan ke toko alat-alat rumah. Disana ia disambut dengan ramah oleh sang penjual.
Penjual itu bertanya kepadanya dengan hangat, "Apa yang dapat saya bantu, Tuan? Anda mencari tempat tidur, kursi-kursi, ...?"
"Baik, baik! Tunggu sebentar," kata Nasreddin, "Pertama, Saya mau menanyakan kepada Anda beberapa pertanyaan."
Penjual itu sangat gembira. Dia pikir bahwa Nasreddin mau menanyakan sesuatu mengenai alat-alat rumah.
Apakah anda melihat saya ketika berjalan ke toko ini?" kata Nasreddin.
Ya, Tuan, tentu saja," jawab si penjual.
"Pernahkah Anda bertemu dengan saya sebelumnya?" kata Nasreddin kemudian.
"Tidak, Tuan. Tidak pernah."
"Baik, bagaimana anda tahu bahwa orang yang berjalan masuk adalah Nasreddin dan bukan seseorang yang lain?"
Akhirnya ia datang ke pasar. Keadaan sama saja, tak seorangpun mengetahui dia. Ia berjalan ke toko alat-alat rumah. Disana ia disambut dengan ramah oleh sang penjual.
Penjual itu bertanya kepadanya dengan hangat, "Apa yang dapat saya bantu, Tuan? Anda mencari tempat tidur, kursi-kursi, ...?"
"Baik, baik! Tunggu sebentar," kata Nasreddin, "Pertama, Saya mau menanyakan kepada Anda beberapa pertanyaan."
Penjual itu sangat gembira. Dia pikir bahwa Nasreddin mau menanyakan sesuatu mengenai alat-alat rumah.
Apakah anda melihat saya ketika berjalan ke toko ini?" kata Nasreddin.
Ya, Tuan, tentu saja," jawab si penjual.
"Pernahkah Anda bertemu dengan saya sebelumnya?" kata Nasreddin kemudian.
"Tidak, Tuan. Tidak pernah."
"Baik, bagaimana anda tahu bahwa orang yang berjalan masuk adalah Nasreddin dan bukan seseorang yang lain?"
Kembali