Sup Panas

Nasreddin, Pria Dengan Ribuan Ide

oleh: Sugeng Hariyanto

diterjemahkan oleh: Ferryanto

Sup Panas

Nasreddin tidak begitu kaya. Tapi kadang-kadang istrinya memintanya untuk sesuatu yang di luar kemampuan meraihnya. Hari itu, contohnya, dia memintanya membelikannya cincin emas.Tentunya, Nasreddin tidak dapat membelikan itu untuknya. Istrinya menjadi marah.
Sorenya, ia membuat sup. Ia dengan sengaja menaruh sangat banyak cabe agar sup itu terlalu panas untul dimakan. Tentu saja, ia tidak menceritakan suaminya mengenai itu.
Tapi sesaat kemudian, ketika waktu makan malam datang, ia sendiri lupa mengenai itu dan mengambil sesendok sup dan minum sedikit-sedikit sebelum Nasreddin mengambil sedikitpun. Tentu saja, ia merasa terlalu panas dan air mata turun di pipinya. Dia mencoba menyembunyikan itu dari suaminya dan tidak berkata apa-apa.
"Mengapa kau menangis?" tanya Nasreddin, melihat istrinya menangis.
"Ibu saya dulunya membuat sup seperti ini untukku. Jadi kapanpun Saya membuatnya, Saya selalu mengingatnya, kemudian Saya menangis," jawab istrinya.
Nasreddin, tanpa kecurigaanpun, mengambil sesendok dan minum sedikit-sedikit sup itu. Dia, tentu saja, merasa terlalu panas; dan air matanya jatuh dari matanya. Istrinya bertanya padanya, "Mengapa kau juga menangis?"
Dia menjawab, "Saya juga sangat sedih. Ketika ibumu meninggal, mengapa kau tidak mengikutinya dengan segera?"

Kembali