Seorang Pemijat Yang Sangat Terhormat

Abunawas & Raja Aaron

oleh: Sugeng Hariyanto

diterjemahkan oleh: Ferryanto


Seorang Pemijat Yang Sangat Terhormat

Suatu hari Abunawas diundang ke pesta makan malam raja. Dia sangat senang, tentunya, dan merasa terhormat. Dia pergi ke istana dengan pakaian terbaiknya. Seorang pelayan menyambutnya dan menunjukkannya ke tempat duduknya, yang paling dekat tempat duduk raja. Segera semua menteri muncul dan mereka duduk pada tempat duduk mereka masing-masing. Orang terakhir yang memasuki ruang makan adalah raja yang duduk pada kursi spesialnya.
Pada tiap piring ada seekor ayam panggang lezat. Bau ayam membuat mereka lapar. Setelah berdoa, raja mengajak mereka makan. Abu mengambil pisau dan garpunya dan hendak memotong ayamnya ketika raja memberhentikannya, "Tunggu, Abu!"
"Ya, Yang Mulia. Apa ada yang salah?"
Raja tersenyum. Nampaknya raja mau bersenang-senang dengannya lagi.
"Sebelum kau makan ayammu, kau harus mengingat sesuatu."
"Apa itu Yang Mulia?"
"Apapun yang kau lakukan pada ayammu, Saya akan melakukan itu padamu juga."
"Apa itu Yang Mulia?"
"Contohnya, jika kau potong sayap ayammu. Saya akan juga memotong lenganmu."
Abunawas terlihat sedih dan kecewa, tapi itu tidak lama. Segera wajahnya cerah lagi. Tiba-tiba dia meletakkan garpu dan sendoknya. Dia lalu mencubit sayap ayam itu. Raja terkejut, dia tidak berpikir bahwa Abu akan melakukan itu. Namun, dia tidak dapat mengingkari apa yang telah dia katakan, jadi, dia mencubit lengan Abu.
Berikutnya Abu menepuk punggung ayam. Raja juga menepuk punggung Abu. Setelah itu, Abu memijat sayap ayam. Raja, dengan enggan, juga memijat kedua lengan Abu. Semua menteri mau tertawa tapi mereka tidak berani. Mereka hanya memandang piring-piring mereka. Setelah beberapa waktu raja berhenti memijat Abu dan menepuk pundaknya. "Baiklah, Abu, kau makan ayammu sekarang!" kata raja sementara menyeringai.
"Terima kasih, Yang Mulia!" kata Abu dengan senang.
"Kau selalu dapat meloloskan diri dari penghukumanku," kata Raja Aaron lagi sementara mulutnya penuh makanan. Waktu itu raja terlihat senang dan puas. Beberapa menteri tersenyum dan beberapa bahkan sedikit tertawa. Abu sungguh tidak peduli mengenai apa kata raja karena dia sedang sangat menikmati ayam panggang.
Ada makanan dan tawa lagi selama sisa pesta. Semua bahagia.

Kembali