oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Saya Setengah Gila
Saat itu sedang musim buah. Hampir semua orang di negeri itu menanam pohon-pohon buah. Begitu juga Nasreddin. Dia mempunyai banyak pohon anggur. Dia membawa dua keranjang penuh anggur dan mau menjual anggur-anggur itu ke pasar. Dia menaruh dua keranjang di keledainya dan membawa mereka ke pasar.
Itu tengah hari yang sangat panas. Pasar masih jauh sebelum dia. Dia berhenti dan minum di kedai makanan terdekat. Lalu beberapa pria dengan beberapa keledai membawa anggur datang dan beristirahat di kedai makanan yang sama. Setelah makan siang, mereka merasa ngantuk. Nasreddin tidak merasa ngantuk. Melihat pria-pria itu sedang tidur, dia keluar. Dia mulai mengeluarkan beberapa anggur dari keranjang-keranjang milik pria-pria tersebut dan menaruhnya di keranjang-keranjang miliknya.
Tiba-tiba salah seorang dari mereka bangun dan melihatnya. Dia berteriak, "Apa yang kau lakukan?"
"Oh, Saya setengah gila. Kadang-kadang Saya melakukan hal-hal aneh dan tidak tahu apa yang Saya sedang lakukan," katanya.
"Benarkah? Lalu mengapa kadang-kadang kau tidak mengambil anggur dari keranjang-keranjangmu dan menaruhnya ke dalam keranjang-keranjang kami?" tanya pria itu dengan marah. Sementara itu pria lain bangun. Mereka mendekati Nasreddin. Nasreddin takut.
"Kau tidak mengerti Saya. Saya berkata Saya setengah gila, tidak benar-benar gila. Jadi, Saya masih dapat membedakan yang mana keranjang-keranjangku dan yang mana keranjang-keranjang orang lain. Tapi Saya tidak dapat membedakan mana keranjang-keranjang orang lain jika keranjang-keranjang milikku juga ada disana."
Back
Itu tengah hari yang sangat panas. Pasar masih jauh sebelum dia. Dia berhenti dan minum di kedai makanan terdekat. Lalu beberapa pria dengan beberapa keledai membawa anggur datang dan beristirahat di kedai makanan yang sama. Setelah makan siang, mereka merasa ngantuk. Nasreddin tidak merasa ngantuk. Melihat pria-pria itu sedang tidur, dia keluar. Dia mulai mengeluarkan beberapa anggur dari keranjang-keranjang milik pria-pria tersebut dan menaruhnya di keranjang-keranjang miliknya.
Tiba-tiba salah seorang dari mereka bangun dan melihatnya. Dia berteriak, "Apa yang kau lakukan?"
"Oh, Saya setengah gila. Kadang-kadang Saya melakukan hal-hal aneh dan tidak tahu apa yang Saya sedang lakukan," katanya.
"Benarkah? Lalu mengapa kadang-kadang kau tidak mengambil anggur dari keranjang-keranjangmu dan menaruhnya ke dalam keranjang-keranjang kami?" tanya pria itu dengan marah. Sementara itu pria lain bangun. Mereka mendekati Nasreddin. Nasreddin takut.
"Kau tidak mengerti Saya. Saya berkata Saya setengah gila, tidak benar-benar gila. Jadi, Saya masih dapat membedakan yang mana keranjang-keranjangku dan yang mana keranjang-keranjang orang lain. Tapi Saya tidak dapat membedakan mana keranjang-keranjang orang lain jika keranjang-keranjang milikku juga ada disana."
Back