oleh: Sugeng Hariyanto
diterjemahkan oleh: Ferryanto
Jangan Tanya Saya, Tanya Kudanya!
Suatu hari Nasreddin mau keluar kota tapi keledainya sakit dan sangat lemah. Jadi, dia memutuskan meminjam kuda temannya. Dia seorang petugas dan kudanya sangat tinggi dan besar.
Matahari bersinar dengan cerah. Nasreddin mengendarai kuda pergi ke pasar. Di jalan, kuda itu ketakutan oleh kendaraan yang mendahuluinya dengan kecepatan tinggi. Kuda itu mencongklang dan melompat tinggi sebelum berlari dengan sangat cepat.
Kuda itu begitu tinggi dan besar hingga Nasreddin mendapat kesulitan mengontrolnya. Ketika Nasreddin mau mengendarainya menuju rumahnya, kuda itu bahkan berlari dengan cepat menuju arah berlawanan. Nasreddin sangat takut karena dia tidak dapat memberhentikannya. Waktu itu, kuda itu berlari menuju sawah.
Tetangga Nasreddin sedang membajak sawahnya. Karena dia merasa sangat lelah, dia istirahat. Tiba-tiba dia melihat Nasreddin mengendarai kuda dengan sangat cepat dari suatu jarak. Dia pikir bahwa Nasreddin membawa berita penting untuknya. Oleh karena itu, dia pergi ke jalan menunggu Nasreddin.
Ketika Nasreddin tiba disana, dia bertanya padanya, "Berita apa?"
"Tidak ada berita untuk kau!" kata Nasreddin.
"Mengapa kau begitu tergesa-gesa? Kemana kau pergi?"
"Jangan tanya saya, tanya kuda bodoh ini," jawab Nasreddin. Tangan kirinya sedang memegang leher kuda dengan erat.
Kembali
Matahari bersinar dengan cerah. Nasreddin mengendarai kuda pergi ke pasar. Di jalan, kuda itu ketakutan oleh kendaraan yang mendahuluinya dengan kecepatan tinggi. Kuda itu mencongklang dan melompat tinggi sebelum berlari dengan sangat cepat.
Kuda itu begitu tinggi dan besar hingga Nasreddin mendapat kesulitan mengontrolnya. Ketika Nasreddin mau mengendarainya menuju rumahnya, kuda itu bahkan berlari dengan cepat menuju arah berlawanan. Nasreddin sangat takut karena dia tidak dapat memberhentikannya. Waktu itu, kuda itu berlari menuju sawah.
Tetangga Nasreddin sedang membajak sawahnya. Karena dia merasa sangat lelah, dia istirahat. Tiba-tiba dia melihat Nasreddin mengendarai kuda dengan sangat cepat dari suatu jarak. Dia pikir bahwa Nasreddin membawa berita penting untuknya. Oleh karena itu, dia pergi ke jalan menunggu Nasreddin.
Ketika Nasreddin tiba disana, dia bertanya padanya, "Berita apa?"
"Tidak ada berita untuk kau!" kata Nasreddin.
"Mengapa kau begitu tergesa-gesa? Kemana kau pergi?"
"Jangan tanya saya, tanya kuda bodoh ini," jawab Nasreddin. Tangan kirinya sedang memegang leher kuda dengan erat.
Kembali