Tetap Kering dalam Hujan

Nasreddin, Pria Bijaksana
Inggris : Sugeng Hariyanto
Indonesia : Ferryanto

Tetap Kering dalam Hujan

Suatu haru teman Nasreddin mengundangnya pergi berburu di hutan terdekat. Temannya mempunyai dua kuda. Salah seekor besar, kuat dan dapat berlari sangat cepat. Yang lainnya adalah kuda kecil dan lambat. Di lain pihak, Nasreddin tidak mempunyai kuda. Temannya meminjamkannya kuda yang kecil dan lambat yang tidak dapat berlari cepat.
Kuda itu benar-benar seekor kuda yang lambat. Ketika mereka berangkat ke hutan, temannya mengendarai dengan lebih cepat dan Nasreddin ditinggalkan jauh dibelakang. Kondisi yang sama terjadi ketika mereka berada di jalan pulang.
Pada jalan menuju rumah Nasreddin dan temannya tidak mengendarai kuda mereka cepat. Tapi, tiba-tiba beberapa awan tebal menggantung dengan berat di langit. Tampaknya akan hujan dengan deras. Jadi, temannya mengendarai sangat cepat. Dan Nasreddin ditinggal dibelakang.
Menyadari bahwa dia tidak dapat mengendarai cepat, Nasreddin pergi dan berdiri di bawah sebuah pohon besar. Ketika mulai hujan, dia melepaskan pakaiannya dan membungkus dengan rapat. Segera setelah hujan, dia mengenakan pakaiannya lagi dan mengendarai kudanya ke rumah temannya untuk makan siang bersama. Temannya ingin tahu kenapa Nasreddin yang mengendarai seekor kuda lambat dapat menjaga pakaiannya kering, sementara dia yang mengendarai seekor kuda yang lebih cepat masih tetap basah.
Dia bertanya, "Bagaimana kau dapat kering sementara Saya basah; meskipun kudaku lebih cepat dari kudamu dalam berlari?"
"Itu karena kuda yang kau pinjamkan padaku," jawab Nasreddin.
Hari berikut temannya minta dia untuk pergi berburu lagi. Waktu itu dia meminjamkan Nasreddin kudanya yang besar dan kuat yang dia kendarai hari sebelumnya. Dan dia menggunakan kuda lambat yang dipinjamkan ke Nasreddin sebelumnya.
Pada jalan pulang dari hutan, mereka melihat ada awan tebal menggantung di langit. Nasreddin mengendarai kudanya secepat mungkin hingga temannya ditinggalkan dibelakang. Ketika hujan mulai turun, Nasreddin telah berada di rumah.
Ketika hujan berhenti, temannya datang, mengendarai kuda yang sangat lambat. Pakaiannya benar-benar basah, bahkan lebih basah dari hari sebelumnya, sementara pakaian Nasreddin masih kering.
"Ini karena kau!" kata temannya, "Karena kau membiarkan saya mengendarai kuda lambat ini, Saya jadi basah. Dan karena kau mengendarai kuda yang sangat cepat, kau tetap kering."
"Mungkin kau benar. Tapi kemarin kau mengendarai kuda cepat dan kau juga basah. Sedangkan, Saya kering dengan kuda lambat, dan Saya masih kering dengan kuda cepat. Suatu hal yang sangat penting adalah kau tidak pernah mengerjakan sesuatu untuk dirimu. Kau hanya mengharap pada binatang yang bodoh," Nasreddin menjawab.

Kembali