Inggris : Sugeng Hariyanto
Indonesia : Ferryanto
Menulis Surat Cinta
Ali adalah salah seorang tetangga Nasreddin. Ketika dia kecil dia tidak belajar membaca atau menulis. Ketika dia dewasa, tentu saja, dia buta huruf.
Suatu malam dia mau mengirim sebuah surat ke istrinya yang tinggal jauh dari tempatnya. Beritanya begitu mendesak hingga dia memutuskan menulis surat sekarang juga. Lalu dia pergi ke rumah Nasreddin.
Hampir tengah malam ketika Ali mengetuk pintu. Nasreddin sedang berbaring di tempat tidur, siap untuk tidur. Akhirnya Nasreddin membuka pintu.
"Ini sudah larut malam. Ada apa?" dia bertanya.
"Saya sangat butuh bantuanmu, Nasreddin?" kata Ali.
Nasreddin menjawab, "Kau mau meminjam uang? Saya juga tidak punya banyak."
"Bukan, Nasreddin, Saya butuh bantuanmu menulis surat untukku. Saya akan mengirimnya ke istriku. Saya harus mengatakan sesuatu yang sangat penting untuknya. Tolong, bantu saya Nasreddin," kata dia.
Pertama-tama Nasreddin menolak membantunya. Tapi Ali mendesaknya menulis surat. Akhirnya Nasreddin menyerah.
"Berapa jauh tempatnya dari sini?" katanya.
"Apakah itu membuat perbedaan? Apakah jarak dekat atau jauh, surat akan sampai disana," jawab Ali.
"Itu sangat berbeda, Ali. Tulisan tanganku sangat aneh untuk orang lain. Hanya istriku dan Saya yang dapat membacanya. Jadi, kemudian Saya harus pergi ke rumah istrimu dan membaca surat untuknya. Oleh karena itu, jika tempatnya sangat jauh, kau harus membayarku banyak uang untuk pergi kesana," Nasreddin menjelaskan.
Mendengar penjelasan itu, Ali kelihatan kecewa dan marah. Dia meninggalkan Nasreddin tanpa berkata apapun. Nasreddin tersenyum, melihat dia keluar dari rumah.
Suatu malam dia mau mengirim sebuah surat ke istrinya yang tinggal jauh dari tempatnya. Beritanya begitu mendesak hingga dia memutuskan menulis surat sekarang juga. Lalu dia pergi ke rumah Nasreddin.
Hampir tengah malam ketika Ali mengetuk pintu. Nasreddin sedang berbaring di tempat tidur, siap untuk tidur. Akhirnya Nasreddin membuka pintu.
"Ini sudah larut malam. Ada apa?" dia bertanya.
"Saya sangat butuh bantuanmu, Nasreddin?" kata Ali.
Nasreddin menjawab, "Kau mau meminjam uang? Saya juga tidak punya banyak."
"Bukan, Nasreddin, Saya butuh bantuanmu menulis surat untukku. Saya akan mengirimnya ke istriku. Saya harus mengatakan sesuatu yang sangat penting untuknya. Tolong, bantu saya Nasreddin," kata dia.
Pertama-tama Nasreddin menolak membantunya. Tapi Ali mendesaknya menulis surat. Akhirnya Nasreddin menyerah.
"Berapa jauh tempatnya dari sini?" katanya.
"Apakah itu membuat perbedaan? Apakah jarak dekat atau jauh, surat akan sampai disana," jawab Ali.
"Itu sangat berbeda, Ali. Tulisan tanganku sangat aneh untuk orang lain. Hanya istriku dan Saya yang dapat membacanya. Jadi, kemudian Saya harus pergi ke rumah istrimu dan membaca surat untuknya. Oleh karena itu, jika tempatnya sangat jauh, kau harus membayarku banyak uang untuk pergi kesana," Nasreddin menjelaskan.
Mendengar penjelasan itu, Ali kelihatan kecewa dan marah. Dia meninggalkan Nasreddin tanpa berkata apapun. Nasreddin tersenyum, melihat dia keluar dari rumah.
Kembali

