Semua untuk Kesejahteraan Manusia

Nasreddin, Pria Bijaksana
Inggris : Sugeng Hariyanto
Indonesia : Ferryanto

Semua untuk Kesejahteraan Manusia

Nasreddin dan istrinya sedang pulang ke rumah dari pasar. Masing-masing dari mereka mengendarai punggung keledai. Mereka mengadakan diskusi kecil sementara mereka mengendarai pulang dengan pelan.
Nasreddin berkata, "Dari waktu ke waktu, Saya sungguh merasa heran dengan ciptaan alam semesta. Dan segala sesuatu di dunia yang diciptakan untuk kesejahteraan manusia."
"Dapatkah kau memberiku bukti dari pendapatmu?" tanya istrinya.
"Pikirkan keledai ini. Ia diciptakan tidak mempunyai sayap. Ini untuk kesejahteraan manusia," kata dia.
"Bagaimana kau dapat berkata bahwa keledai lambat ini untuk kesejahteraan manusia. Jika dia diciptakan dengan sepasang sayap, tentunya, kita akan telah tiba di rumah," istrinya membantah.
"Lihatlah itu dari sisi lain. Bayangkan bahwa semua keledai punya sepasang sayap. Bagaimana bila mereka menjadi senang bertengger di atas atap kita. Dan ketika mereka mengepakkan sayap-sayap mereka, oh, berapa banyak atap rumah yang akan dirusakkan?" kata Nasreddin.
Istrinya diam. Mereka merasa sangat panas dan haus. Lalu mereka istirahat di sebuah pohon ceri besar. Dan tidak jauh dari sana dia melihat sebuah kebun semangka. Dia mau mengambil beberapa semangka. Tapi dia ingat diskusi dengan istrinya mengenai ciptaan alam semesta ini.
Dia merasa heran bagaimana sebuah pohon besar, seperti ceri, dapat memberi hanya buah-buah kecil. Di lain pihak, pohon kecil dan lemah yang menjalar di tanah danpat memberi buah segar besar seperti semangka. Dia hanya berpikir mengenai itu dan tidak bertanya pada istinya mengenai itu.
Ketika dia memikirkan mengenai itu dengan dalam sebuah ceri jatuh pada hidungnya. Dia kaget. Walaupun sebenarnya itu sebuah ceri kecil tapi dia merasa sakit pada hidung.
"Saya tahu sekarang," kata dia, "Itulah alasan mengapa pohon besar ini hanya mempunyai buah yang kecil. Jika pohon ini punya buah sebesar semangka, kepalaku pasti telah pecah. Adalah benar bahwa ini semua untuk kesejahteraan manusia."

Kembali