Inggris : Sugeng Hariyanto
Indonesia : Ferryanto
Silahkan makan, mantel!
Suatu malam Nasreddin diundang ke pesta. Sebagai tetangga yang baik, dia tentu saja akan datang ke pesta. Dia memilih pakaian yang kelihatan tua. Dia memilihnya karena pakaian itu favoritnya.
Ketika tiba di pesta tak seorangpun menyapa dan menyambutnya. Bahkan tuan rumah tidak menawarkannya tempat duduk. Lalu dia pulang ke rumah dengan cepat. Dia mengubah pakaian tuanya dengan yang baru dan yang paling indah. Lalu dia pergi kembali ke pesta.
Waktu itu setiap orang ramah padanya. Setiap orang menyambutnya dengan senyum manis. Bahkan tuan rumah menawarkannya tempat duduk dan meja terbaik dengan makanan dan minuman terbaik.
Nasreddin duduk sementara dan berdiri lagi. Tiba-tiba dia meletakkan mantelnya. Hanya ada pakaian dalam tertinggal di badannya. Tamu-tamu lain sangat terkejut. Juga tuan rumah.
Dia menaruh mantel pada makanan di atas meja. Dia berkata, "Silahkan, makan, mantel. Ini untukmu."
Tamu-tamu lain heran mengapa dia berbuat begitu. Salah seorang dari mereka bertanya, "Apa yang kau lakukan, Nasreddin? Apa kau gila?"
"Tidak, Saya baik. Saya meminta mantelku makan. Kalian masih ingat, ketika Saya datang kesini dengan pakaian tua tak seorangpun menyapaku. Dan tuan rumah tidak menawarkanku kursi atau makanan. Tapi ketika Saya datang dengan mantel indah ini sekarang, setiap orang menyapaku dengan hangat. Tuan rumah menawarkanku makanan dan minuman terbaik. Jadi, tuan rumah memberi makanan dan minuman pada mantelku, bukan padaku," jawabnya.
Ketika tiba di pesta tak seorangpun menyapa dan menyambutnya. Bahkan tuan rumah tidak menawarkannya tempat duduk. Lalu dia pulang ke rumah dengan cepat. Dia mengubah pakaian tuanya dengan yang baru dan yang paling indah. Lalu dia pergi kembali ke pesta.
Waktu itu setiap orang ramah padanya. Setiap orang menyambutnya dengan senyum manis. Bahkan tuan rumah menawarkannya tempat duduk dan meja terbaik dengan makanan dan minuman terbaik.
Nasreddin duduk sementara dan berdiri lagi. Tiba-tiba dia meletakkan mantelnya. Hanya ada pakaian dalam tertinggal di badannya. Tamu-tamu lain sangat terkejut. Juga tuan rumah.
Dia menaruh mantel pada makanan di atas meja. Dia berkata, "Silahkan, makan, mantel. Ini untukmu."
Tamu-tamu lain heran mengapa dia berbuat begitu. Salah seorang dari mereka bertanya, "Apa yang kau lakukan, Nasreddin? Apa kau gila?"
"Tidak, Saya baik. Saya meminta mantelku makan. Kalian masih ingat, ketika Saya datang kesini dengan pakaian tua tak seorangpun menyapaku. Dan tuan rumah tidak menawarkanku kursi atau makanan. Tapi ketika Saya datang dengan mantel indah ini sekarang, setiap orang menyapaku dengan hangat. Tuan rumah menawarkanku makanan dan minuman terbaik. Jadi, tuan rumah memberi makanan dan minuman pada mantelku, bukan padaku," jawabnya.
Kembali

