Jangan Terlalu Dalam

Nasreddin, Pria Bijaksana
Inggris : Sugeng Hariyanto
Indonesia : Ferryanto

Jangan Terlalu Dalam

Suatu hari Nasreddin mau menjual tanahnya. Dia harus bertemu pembeli. Jadi, dia pergi ke pengacara untuk minta pertolongannya membuat dokumen untuk transaksi. Pengacara selalu berkata bahwa dia tidak punya waktu untuk menangani kasus Nasreddin. Nasreddin telah melihat dia banyak kali, tapi jawabannya sama. Akhirnya, Nasreddin menyimpulkan bahwa ia harus menyuap pengacara itu seperti yang dilakukan orang-orang lain.
Sebenarnya, Itu membuat Nasreddin marah, karena dia sendiri adalah orang miskin. Tapi Nasreddin harus menjual tanahnya segera. Jadi, dia tidak dapat menunggu lebih lama.
Berpikir untuk sementara, Nasreddin pergi ke pasar dan membeli sebuah kendi. Di rumah dia mengisi kendi dengan banyak kotoran/tahi keledai. Pada permukaan dia menaruh lapisan tipis mentega. Lalu dia membawa kendi ke rumah pengacara.
"Pak, ini sedikit hadiah untuk Anda," kata Nasreddin.
Pengacara itu sangat senang. Dan lalu Nasreddin mengingatkan dia pada dokumen, dia membuat dan menandatangani dokumen itu segera. Dalam 10 menit segalanya baik. Dia memberi dokumen itu pada Nasreddin.
Nasreddin berkata, "Pak, Saya tahu bahwa adalah tidak adil memberi Anda mentega yang sangat murah untuk dokumen dan tanda tangan ini. Saya ..."
"Itu benar," katanya dengan senyum ringan. "Jangan berpikir terlalu dalam. Saya senang menerimanya."
Lalu pengacara itu mendorong jari telunjuknya sedikit ke dalam mentega dan merasakannya. Mentega itu tampaknya lezat.
"Anda benar, Pak," kata Nasreddin, "Seperti kata Anda, Saya juga akan mengatakan bahwa jangan mendorong mentega itu terlalu dalam."

Kembali