Inggris : Sugeng Hariyanto
Indonesia : Ferryanto
Bertengkar di Tempat Tidur
Satu tahun setelah kematian istrinya, Nasreddin menikah lagi dengan seorang janda. Ketika mereka berada di tempat tidur, istrinya menceritakan padanya mengenai suaminya yang terdahulu. Dia berkata bahwa dia seorang yang sangat, sangat baik.
Lalu Nasreddin mendapat gilirannya bicara. Dia menceritakan istrinya mengenai istrinya yang terdahulu juga. Dia berkata bahwa ia adalah wanita terbaik yang dia pernah kenal sejauh ini.
Mendengar cerita itu, istrinya sangat marah. Dia menceritakan padanya bahwa suaminya yang terdahulu lebih baik dari dia. Sebaliknya, Nasreddin juga berkata bahwa istrinya yang terdahulu sangat lebih baik dari dia. Istrinya mengatakan sesuatu lagi mengenai suaminya yang terdahulu sebelum Nasreddin menyelesaikan kalimatnya. Lalu Nasreddin melakukan hal yang sama. Tapi karena istrinya dapat bicara lebih banyak dengan cepat dari dia, akhirnya istrinya memenangkan pertengkaran.
Nasreddin menjadi marah sehingga dia menendang istrinya keluar dari tempat tidur. Istrinya jatuh ke lantai. Hari berikut ia membawa kasus itu ke pengadilan.
Ketika pengadilan mulai, ia melapor bahwa Nasreddin telah menendangnya keluar tempat tidur. Hasilnya, ia jatuh ke lantai dan kepalanya terluka. Ia berkata bahwa itu adalah perlakuan sewenang-wenang.
Hakim bertanya pada Nasreddin, "Apakah kau melakukan itu, Nasreddin?"
"Tidak, Bapak Hakim yang terhormat," dia menjawab, "Biarkan saya menceritakan Anda kebenaran. Ketika kami berbaring di tempat tidur dan berbicara, datanglah seorang temannya dan bergabung dengan kami untuk tidur di tempat tidur. Lalu datang juga seorang temanku perempuan. Dia juga bergabung dengan kami. Kami berempat di satu tempat tidur. Oleh karena itu, ketika Saya bergerak sedikit, ia jatuh ke bawah."
Lalu Nasreddin mendapat gilirannya bicara. Dia menceritakan istrinya mengenai istrinya yang terdahulu juga. Dia berkata bahwa ia adalah wanita terbaik yang dia pernah kenal sejauh ini.
Mendengar cerita itu, istrinya sangat marah. Dia menceritakan padanya bahwa suaminya yang terdahulu lebih baik dari dia. Sebaliknya, Nasreddin juga berkata bahwa istrinya yang terdahulu sangat lebih baik dari dia. Istrinya mengatakan sesuatu lagi mengenai suaminya yang terdahulu sebelum Nasreddin menyelesaikan kalimatnya. Lalu Nasreddin melakukan hal yang sama. Tapi karena istrinya dapat bicara lebih banyak dengan cepat dari dia, akhirnya istrinya memenangkan pertengkaran.
Nasreddin menjadi marah sehingga dia menendang istrinya keluar dari tempat tidur. Istrinya jatuh ke lantai. Hari berikut ia membawa kasus itu ke pengadilan.
Ketika pengadilan mulai, ia melapor bahwa Nasreddin telah menendangnya keluar tempat tidur. Hasilnya, ia jatuh ke lantai dan kepalanya terluka. Ia berkata bahwa itu adalah perlakuan sewenang-wenang.
Hakim bertanya pada Nasreddin, "Apakah kau melakukan itu, Nasreddin?"
"Tidak, Bapak Hakim yang terhormat," dia menjawab, "Biarkan saya menceritakan Anda kebenaran. Ketika kami berbaring di tempat tidur dan berbicara, datanglah seorang temannya dan bergabung dengan kami untuk tidur di tempat tidur. Lalu datang juga seorang temanku perempuan. Dia juga bergabung dengan kami. Kami berempat di satu tempat tidur. Oleh karena itu, ketika Saya bergerak sedikit, ia jatuh ke bawah."
Kembali

