Inggris : Sugeng Hariyanto
Indonesia : Ferryanto
Membagi Warisan
Seorang laki-laki yang sangat kaya meninggal dan anak-anaknya mewarisi kekayaannya. Mendiang ayah punya pesan untuk anak-anaknya. Dalam pesannya dia menyatakan bahwa anak pertama akan mendapat setengah, kedua akan mendapat sepertiga, dan terakhir akan mendapat sepersembilan dari kekayaan.
Semua kekayaan dibagi untuk tiga anak dengan mudah. Masalah muncul mengenai 17 unta. Anak-anak dibingungkan mengenai bagaimana membagi unta-unta menjadi setengah, sepertiga, dan sepersembilan? Maka mereka datang ke Nasreddin.
"Itu mudah."
Para pewaris memandang wajahnya seolah-olah mereka tidak percaya jawabannya.
"Tenanglah, Saya akan meminjamkan kalian satu unta. Sekarang ada 18 unta. Anak pertama mendapatkan 9 unta, atau setengah dari unta. Anak kedua mendapatkan 6 unta, itu sepertiga. Dan kau, anak termuda, mendapatkan 2 unta; itu sepersembilan. Jadi, jika kita jumlah semua unta kalian, kita mendapat 17 unta. Ada satu unta tertinggal; itu milikku. Baik, sekarang apa kalian puas? Lalu, berikan untaku kembali," kata Nasreddin.
Mereka sangat senang karena masalah telah dipecahkan dengan baik. Anak tertua sangat berterimakasih pada Nasreddin.
"Ayahmu harusnya bahagia sekarang dan Saya bahagia juga karena Saya mendapat kembali unta saya," kata Nasreddin.
Semua kekayaan dibagi untuk tiga anak dengan mudah. Masalah muncul mengenai 17 unta. Anak-anak dibingungkan mengenai bagaimana membagi unta-unta menjadi setengah, sepertiga, dan sepersembilan? Maka mereka datang ke Nasreddin.
"Itu mudah."
Para pewaris memandang wajahnya seolah-olah mereka tidak percaya jawabannya.
"Tenanglah, Saya akan meminjamkan kalian satu unta. Sekarang ada 18 unta. Anak pertama mendapatkan 9 unta, atau setengah dari unta. Anak kedua mendapatkan 6 unta, itu sepertiga. Dan kau, anak termuda, mendapatkan 2 unta; itu sepersembilan. Jadi, jika kita jumlah semua unta kalian, kita mendapat 17 unta. Ada satu unta tertinggal; itu milikku. Baik, sekarang apa kalian puas? Lalu, berikan untaku kembali," kata Nasreddin.
Mereka sangat senang karena masalah telah dipecahkan dengan baik. Anak tertua sangat berterimakasih pada Nasreddin.
"Ayahmu harusnya bahagia sekarang dan Saya bahagia juga karena Saya mendapat kembali unta saya," kata Nasreddin.
Kembali

