Nasreddin dan Raja

Nasreddin, Pria Bijaksana
Inggris : Sugeng Hariyanto
Indonesia : Ferryanto

Nasreddin dan Raja

Nasreddin terkenal karena kepandaian dan kebijaksanaannya. Raja mengundangnya bergabung dalam perburuannya ke dekat hutan. Hutan sangat tidak jauh dari istana tapi raja dan para penjaganya harus mengambil jalan berkelok-kelok sepanjang pantai sebelum datang ke hutan
Ketika kelompok sedang istirahat di pantai, raja mencuci tangan dan mukanya dengan air laut. Dia mencicipi air laut yang asin.
Lalu dia bertanya pada Nasreddin, "Nasreddin, dapatkah kau menjelaskan mengapa air laut asin?"
"Ya, Yang Mulia. Air laut tidak pernah bergerak. Air laut selalu ditempatnya. Air laut tidak pergi kemana-mana. Sayangnya, manusia(pria) punya kecenderungan yang buruk membuang sampahnya ke laut. Untuk mencegah air dari berbau jelek/busuk, nenek moyang kita menaruh banyak garam di dalamnya. Itu alasan mengapa air laut asin sekarang," Nasreddin menjelaskan.
Raja sangat puas dengan jawaban itu. Lalu kelompok melanjutkan perjalanan. Kira-kira 100 meter sebelum hutan raja melihat reruntuhan rumah. Atapnya berhamburan dimana-mana. Temboknya dipecahkan dan jatuh. Pada tembok yang rusak ada seekor burung hantu membangun sarangnya. Burung hantu itu sedang menggeram.
Raja bertanya, "Nasreddin, apa yang burung hantu itu katakan padaku?"
Nasreddin menjawab dengan hati-hati, "Dia berkata jika Yang Mulia tidak berhenti menyiksa orang-orang dengan pajak tinggi, kerajaan ini akan jatuh seperti tembok itu."

Kembali