Inggris : Sugeng Hariyanto
Indonesia : Ferryanto
Di Sekolah
Ketika Nasreddin masih muda dia bekerja sebagai guru bahasa pada sebuah sekolah dasar. Suatu hari dia mengajar kesusasteraan pada murid-muridnya. Dia sedang berdiri di depan kelas dan mendemonstrasikan bagaimana membaca sebuah syair. Dia mengucapkan dengan keras sajak ini:
"Oh, Tuhanku sayang,
Setiap bagian dari jiwa dan tubuhku
diliputi oleh rohmu
Semua sebelumku
seperti Engkau selalu"
Tiba-tiba muridnya yang paling nakal bertanya padanya, "Bagaimana menurut Anda jika ada seorang yang bodoh sebelum Anda?"
Tidak memperhatikan, dia melanjutkan syairnya:
"Seperti kau!"
Dan sisa muridnya tertawa pada murid nakal itu. Wajah anak nakal itu menjadi merah karena malu. Lalu Nasreddin menganalisa syair itu. Setelah itu Nasreddin memberi mereka sebuah syair mengenai pasukan yang menyerbu negara lain.
Si murid nakal mau menertawakan Nasreddin dengan menanyakan pertanyaan sulit lain.
Dia bertanya, "Yang mana prestasi terbesar, seseorang yang dapat menyerang negara lain, seseorang yang sebenarnya dapat menyerang negara lain tapi dia tidak melakukan itu, atau seseorang yang mencegah orang-orang lain dari berbuat hal itu?"
Nasreddin menjawab, "Saya tidak tahu itu pastinya. Tapi, Saya tahu sebuah tugas yang lebih sulit banyak dari pertanyaanmu."
"Apa itu?" tanya muridnya.
"Mengajarkan kau untuk dapat menghormati orang tua," kata Nasreddin.
"Oh, Tuhanku sayang,
Setiap bagian dari jiwa dan tubuhku
diliputi oleh rohmu
Semua sebelumku
seperti Engkau selalu"
Tiba-tiba muridnya yang paling nakal bertanya padanya, "Bagaimana menurut Anda jika ada seorang yang bodoh sebelum Anda?"
Tidak memperhatikan, dia melanjutkan syairnya:
"Seperti kau!"
Dan sisa muridnya tertawa pada murid nakal itu. Wajah anak nakal itu menjadi merah karena malu. Lalu Nasreddin menganalisa syair itu. Setelah itu Nasreddin memberi mereka sebuah syair mengenai pasukan yang menyerbu negara lain.
Si murid nakal mau menertawakan Nasreddin dengan menanyakan pertanyaan sulit lain.
Dia bertanya, "Yang mana prestasi terbesar, seseorang yang dapat menyerang negara lain, seseorang yang sebenarnya dapat menyerang negara lain tapi dia tidak melakukan itu, atau seseorang yang mencegah orang-orang lain dari berbuat hal itu?"
Nasreddin menjawab, "Saya tidak tahu itu pastinya. Tapi, Saya tahu sebuah tugas yang lebih sulit banyak dari pertanyaanmu."
"Apa itu?" tanya muridnya.
"Mengajarkan kau untuk dapat menghormati orang tua," kata Nasreddin.
Kembali

