Palem Ajaib

Abunawas Misi-Misi Mustahilnya

oleh: Sugeng Hariyanto

diterjemahkan oleh: Ferryanto

Palem Ajaib

Beberapa hari kemudian raja memanggil Abunawas lagi. Dia akan memberikannya misi mustahil lain.
"Abu, Saya mau sebuah palem ajaib," kata raja.
"Yang Mulia, apa yang Anda maksudkan dengan palem ajaib?" tanya Abunawas dengan heran.
"Palem yang tumbuh baik dan menjadi lima centimeter lebih tinggi setiap hari."
"Tidak ada palem yang dapat tumbuh dengan kecepatan itu, Yang Mulia," kata Abunawas.
"Saya tahu kau orang yang pintar. Kau haus dapat memperoleh palem tersebut. Dan kau harus menanamnya di alun-alun istana sehingga setiap orang dapat melihatnya."
Abunawas tidak punya pilihan. Dia harus melaksanakan perintah tersebut. Pagi berikut orang-orang melihat sebuah palem kecil tumbuh di alun-alun istana. Mulanya orang-orang tidak memperhatikan palem itu. Ketika hari-hari berlalu, mereka mulai kagum dengan pohon yang tumbuh sekitar lima centimeter tiap hari. Segera berita menyebar ke seluruh negeri.
Ketika Abeydron mendengar berita tersebut, dia tidak mempercayainya.
"Saya harus dapat menemukan triknya," katanya sendiri.
Ketika malam Abeydron tinggal di alun-alun istana untuk melihat apa yang sedang terjadi. Sekitar tengah malam dia melihat Abunawas datang dengan pohon palem ditangannya. Dia melihat Abunawas mencabut palem yang lama dan menggantinya dengan yang baru.
Abeydron mencoba pergi dengan diam-diam.Sayangnya tersandung batu. Dia jatuh. Hal ini menarik perhatian Abunawas.
"Apa yang kau lakukan disini, Abeydron?" tanya Abunawas padanya.
"Saya hanya berpikir kau mungkin butuh bantuanku untuk merawat palem itu!" kata menteri.
Pada waktu itu dia melihat Abunawas membuang palem yang kecil. Jadi, dia memutuskan untuk tidak melapor kasus itu ke raja karena dia tidak punya bukti.
Abunawas sendiri menyadari bahwa Abeydron telah mengetahui apa yang ia lakukan. Dia harus dapat mencari cara lain untuk memecahkan masalah tersebut. Pagi hari berikutnya dia berjalan ke toko penjual pohon palem. Sebelum dia tiba disana, dia melihat Abeydron membeli pohon palem yang sangat kecil. Abunawas memutuskan untuk tidak bertemu Abeydron. Dia hanya menjaganya dari kejauhan, lalu dia pergi ke istana.
"Abu, Saya telah mendengar tentang pohon palemmu!" kata raja. "Tapi Saya tidak akan mempercayainya sebelum Saya membuktikannya sendiri."
"Mengapa tidak Anda lihat sekarang, Yang Mulia," tanya Abunawas.
"Saya sangat sibuk sekarang." raja menjawab.
Gagal meminta raja melihat pohon palem, dia meminta beberapa pengawal untuk menjaga pohon palem itu.
"Mengapa mereka harus menjaganya?"
"Ini bukan sebuah pohon palem biasa. Jika seseorang menyentuhnya pada waktu malam, ia akan kehilangan keajaibannya," kata Abunawas.
Lalu raja mengirim tiga pengawal kepadanya pada malam hari.
"Kalian menjaga pohon palem ajaib itu dengan hati-hati. Kalian tidak harus berdiri dengannya sepanjang malam. Jaga saja dari kejauhan. Tangkap siapapun yang mencoba menyentuh tanaman itu. Karena ketika seseorang menyentuhnya pada waktu malam, pohon itu akan kehilangan keajaibanya," kata Abunawas kepada para pengawal.
Sekitar tengah malam seorang pria berjalan dengan cepat ke pohon palem. Dia membawa sebuah pohon palem kecil. Dia mencabut pohon palem Abunawas dan menggantinya dengan yang lebih kecil dengan cepat. Pada waktu itu pengawal menangkapnya.
"Kau ditangkap!" kata salah seorang pengawal.
Pada waktu yang sama Abunawas datang. Mereka membawa Abeydron ke raja.
"Ada apa Abu. Ini tengah malam!" kata raja.
"Maafkan saya Yang Mulia. Pohon palem ajaib telah menunjukkan keajaibannya selama empat hari. Pohon itu tumbuh lima centimeter tiap hari, tapi menteri Abeydron mencabutnya tadi!"
"Kau melakukannya Abey?" tanya raja.
"Tidak, tidak,.." Abeydron menjawab.
"Kami menangkap basah dia, Yang Mulia," kata salah seorang dari penjaga.

Kembali